KLHK Ingatkan Kalbar Siaga Selama Kemarau Agustus-September

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengingatkan supaya Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) siaga terus menjaga hutan dan lahan agar kebakaran hutan tidak semakin meluas mengingat puncak musim kemarau masih berlangsung. 
Yanuarius Viodeogo | 22 Agustus 2018 06:12 WIB
Seorang pengendara motor melintasi perumahan Residence Borneo Khatulistiwa yang diselimuti kabut asap di Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Sabtu (18/8). - ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengingatkan supaya Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) siaga terus menjaga hutan dan lahan agar kebakaran hutan tidak semakin meluas mengingat puncak musim kemarau masih berlangsung. 
 
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles B. Panjaitan mengatakan puncak musim kemarau tahun ini berlangsung pada Agustus-September 2018. 
 
"Patroli terpadu terus berlanjut untuk mengantisipasi puncak musim kemarau Agustus-September 2018. Di Kalbar, kembali diintensifkan patroli terpadu pada 65 posko desa rawan. Kondisi tahun ini patut diwaspadai karena terjadi penumpukan bahan bakaran selama kurun waktu dua tahun lalu," tuturnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Selasa (21/8/2018). 
 
Menurut Raffles, tahun ini iklim yang lebih panas membuka peluang terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang lebih besar terhadap penumpukan bahan bakaran tersebut.
 
Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun telah memprediksi munculnya gelombang panas pada Oktober dan Desember 2018. Data BMKG juga memperlihatkan maraknya sebaran titik panas di area Kalbar.

Tag : kalbar, kebakaran hutan
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top