Kalah Bersaing dengan Beras Impor, Harga Beras Lokal Terpaksa Turun

Sudah kurang lebih dua pekan harga beras lokal di pasaran mengalami penurunan Rp238-Rp476 per liter.
Arief Rahman | 20 September 2018 17:27 WIB
Aktivitas pedagang beras lokal di Pasar Sentral Antasari Banjarmasin, Kamis (20/9/2018). - Bisnis/Arief Rahman

Bisnis.com, BANJARMASIN - Sudah kurang lebih dua pekan harga beras lokal di pasaran mengalami penurunan Rp238-Rp476 per liter.

Dari pantauan di salah satu pusat perdagangan beras lokal di Pasar Muara Kelayan Banjarmasin, harga beras lokal diklaim mengalami penurunan mulai dari Rp5.000 - Rp10.000 per 21 liter atau per blek atau Rp238-Rp476 per liter.

"Penurunan sendiri selain karena pasarnya yang lumayan lesu, juga lebih disebabkan mulai disetoknya beras impor ke Kalsel. Akibatnya petani tidak banyak lagi mampu menjual berasnya kepasaran, ujungnya harga pun mengalami penurunan," ucap H Bani, salah satu pedagang beras lokal di Pasar Muara Kelayan Banjarmasin, Kamis (20/9/2018).

Untuk jenis beras lokal Mayang, dari sebelumnya dibandrol Rp140.000 perblek, kini hanya menjadi Rp135.000 perblek. Kemudian beras Unus kini dijual Rp130.000 perblek, padahal sebelumnya tembus Rp140.000 perblek.

"Sementara untuk Beras Siam kini dijual Rp113.000 perblek, padahal sebelumnya dijual Rp118.000 perblek. Lalu untuk beras ganal dijual Rp8.000 perkilonya, setelah sebelumnya Rp9.000 perkilonya," tambahnya.

Dirinya pun memprediksi penurunan beras lokal sendiri akan terus berlanjut hingga akhir tahun nanti. Hal ini mengingat beras lokal di Kalsel sudah mulai memasuki masa panen yang tentunya membuat stoknya berlimpah.

"Memang ini bagus bagi masyarakat karena bisa menikmati harga beras yang lebih murah. Namun ini tentunya tidak terlalu baik bagi petani karena mereka harus merelakan menjual beras lokal mereka dengan harga murah agar tetap bisa terserap dipasaran," tambahnya.

Sementara itu, untuk beras Jawa, dari Pantauan di daerah Pasar Sentral Antasari Banjarmasin harganya masih terpantau stabil. Stoknya yang berlimpah dan pengirimnya yang lancar membuat harganya tidak mengalami kenaikan atau pun penurunan.

Untuk beras Jawa yang sering dibeli masyarakat Banjarmasin seperti Merk Melon tetap dibandrol Rp270 ribu per 25 Kilogram. Kemudian untuk Merk Lopo Ijo masih dijual Rp285 ribu per 25 Kilogram. Lalu Merk Paus dijual Rp265 ribu per 25 Kilogram. Terakhir Merk Makyus dijual Rp65 ribu per 5 Kilogram.

"Walau stabil pembelinya cenderung menurun sekitar 20 persen dibanding hari biasa sebulan terakhir. Hal ini mengingat masyarakat mulai beralih menggunakan beras lokal karena harganya yang lebih murah," tukas H Rahimullah, salah satu pedagang beras di Daerah Pasar Sentral Antasari Banjarmasin.

Tag : Beras impor
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top