Harga Tiket Pesawat Kontributor Terbesar Inflasi Balikpapan

Kenaikan harga tiket pesawat udara menjelang Natal dan Tahun Baru lalu menjadi satu pemicu inflasi tahunan di Balikpapan yang mencapai 3,1%.
Newswire | 04 Januari 2019 21:44 WIB
Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur. Harga tiket pesawat pemicu utama inflasi Balikpapan. - BUMN.go.id

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Kenaikan harga tiket pesawat udara menjelang Natal dan Tahun Baru lalu menjadi satu pemicu inflasi tahunan di Balikpapan yang mencapai 3,1%, sama dengan inflasi nasional dan lebih rendah dari inflasi Kalimantan Timur yang 3,2%.

“Harga tiket pesawat memberi andil inflasi 0,76%,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan Suharman Tabrani pada Jumat (4/1/2019).

Harga tiket pesawat tujuan Surabaya di maskapai penerbangan murah, misalnya, dari biasa Rp860 ribu, naik menjadi Rp960.000, bahkan hingga Rp1,1 juta.

Kenaikan arus penumpang sendiri dipicu liburan sekolah yang bergabung dengan libur Natal dan hari raya Galungan umat Hindu, dan akhirnya libur tahun baru. Masyarakat Balikpapan memanfaatkan waktu-waktu libur itu untuk pergi ke kota-kota lain untuk berwisata atau berkumpul keluarga.

Selain itu, yang menjadi penyumbang inflasi kenaikan harga kue kering dalam kelompok makanan jadi dan harga obat dalam kelompok kesehatan, masing-masing 0,07% dan 0,05%.

Namun, pasokan sayuran yang melimpah, terutama kacang panjang, ketimun, dan sawi hijau, termasuk juga ikan laut, membuat harga kelompok bahan makanan menurun atau deflasi 0,02%.

Menurut Tabrani, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Balikpapan terus memantau pasokan barang dan jasa untuk mengendalikan harga agar tetap dalam level yang terjangkau masyarakat.

“Untuk komoditas pangan strategis seperti beras, kita kendalikan melalui Bulog (Badan Urusan Logistik),” sebut Tabrani.

Sumber : Antara

Tag : Inflasi, balikpapan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top