Capaian Kargo di Balikpapan Meningkat 81,15% pada 2018

Pencapaian angkutan kargo sepanjang 2018 di Balikpapan, Kalimantan Timur menunjukkan kenaikan sebesar 81,15% dari realisasi setahun sebelumnya.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 08 Januari 2019  |  18:55 WIB
Capaian Kargo di Balikpapan Meningkat 81,15% pada 2018
Ilustrasi pesawat kargo - Reuters

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Pencapaian angkutan kargo sepanjang 2018 di Balikpapan, Kalimantan Timur menunjukkan kenaikan sebesar 81,15% dari realisasi setahun sebelumnya.
 
General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Balikpapan Farid Indra Nugraha mengatakan kargo di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan mencapai 98,83 juta kilogram (kg) pada 2018, lebih tinggi dari 2017 yang sebesar 54,56 juta kg.
 
“Ada kenaikan untuk kargo di Bandara Sepinggan sampai 81,15%,” terangnya, Selasa (8/1/2019).
 
Farid menjelaskan total penumpang yang dilayani Bandara Sepinggan pada 2018 tercatat mencapai 7,55 juta orang, naik 2,35% dibandingkan 2017 yang sebanyak 7,38 juta orang. Angkasa Pura (AP) I juga menyatakan pergerakan pesawat udara di Bandara SAMS Sepinggan tercatat sebanyak 70.420 kali pada 2018, naik 4,57% secara year-on-year (yoy) dari sebelumnya 67.345 pergerakan.
 
Sementara itu, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Alexander Rita menyatakan pencapaian Bandara SAMS Sepinggan sepanjang 2018 memang menorehkan prestasi yang sudah baik.

Meski begitu, tahun ini AP I, operator bandara, dan Otoritas Bandara setiap wilayah perlu merumuskan kebijakan baru menyusul beberapa perubahan kebijakan maskapai. Salah satunya, perihal penghapusan biaya gratis bagasi 20 kg dari maskapai Lion Air dan Wings Air.
 
“Hal itu sepenuhnya kewenangan maskapai. Lion Air ini masuk golongan LCC [Low Cost Carrier/maskapai tarif rendah], jadi dia mau seperti Air Asia yang membayar bagasi. Namun, yang tersedia tetap full pelayanan ada Batik Air,” jelasnya.
 
Keputusan Lion Air Group untuk maskapai tarif rendah seperti Lion Air dan Wings Air dinilai sudah cukup tepat. Alasannya, maskapai bertarif rendah memang memiliki segmen khusus untuk perjalanan non jarak jauh.

Dengan demikian, kebijakan ini bisa mengedukasi masyarakat pengguna maskapai tarif rendah untuk juga tidak membawa banyak barang.
 
“Itu tidak masalah. Kembali, karena di LCC tarif rendah, masyarakat jangan bawa yang banyak. Kalaupun mau bawa tambah biaya. Jadi, saling menguntungkan,” lanjut Alex.
 
Dia menambahkan Lion Air Group bisa berkoordinasi dengan Otoritas Bandara sehubungan dengan penyediaan fasilitas tambahan bagi penumpang dengan kapasitas bagasi berlebih.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kargo, bandara sepinggan

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup