Lion Group Yakini Okupansi Samarinda-Makassar Menguat

Penerbangan langsung Samarinda-Makassar diyakini akan meningkat okupansinya lebih dari 80% meski ada alternatif angkutan laut.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 09 Januari 2019 20:29 WIB
Petugas mendata barang pemudik sebelum di masukkan ke bagasi pesawat di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (13/6/2018)./ANTARA FOTO - Umarul Faruq

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Penerbangan langsung Samarinda-Makassar diyakini akan meningkat okupansinya lebih dari 80% meski ada alternatif angkutan laut.

Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan sejak 28 November 2018, Batik Air telah membuka rute terbang langsung Samarinda ke Makassar.

Dia menyebut pembukaan rute baru pergi pulang (PP) merupakan keseriusan Batik Air memberikan layanan kepada wisatawan, pebisnis, serta masyarakat dalam bepergian.

“Langkah tersebut juga diharapkan mampu mendukung peningkatan lalu lintas perdagangan dan pariwisata antarpulau melalui kemudahan akses moda transportasi udara. Kami optimis bahwa penerbangan bisa membantu dalam mewujudkan program perekonomian di masing-masing daerah lebih baik,” ujar Danang kepada Bisnis, Rabu (9/1/2019).

Adapun tingkat keterisian penumpang untuk rute ini sekitar 85%. Menurut Danang, ada keterikatan secara demografis dan latar budaya antara Samarinda dan Makassar yang mendorong tingginya angka okupansi.

Faktor lain yang mendorong okupansi dari rute ini karena bisa menjawab kebutuhan warga Samarinda untuk opsi penerbangan yang lebih banyak. Misalnya melalui Bandar Udara Sultan Hasanuddin di Makassar terhubung ke Ambon, Balikpapan, Bandung, Banjarmasin, Denpasar, Gorontalo, Jakarta, Jayapura, Kendari, Manokwari, Merauke, Palu, Sorong, Surabaya, Ternate, Manado, Lombok, Palu, Pontianak, Solo, Surabaya, Tarakan, Yogyakarta.

“Selain itu, travelers berkesempatan bisa melanjutkan ke destinasi unggulan lainnya, seperti Batulicin, Bau-Bau, Bima, Luwuk, Mamuju, Palangkaraya, Palopo, Poso, Raha, Selayar dan Wangi-Wangi,” terang Danang.

Rute Samarinda-Makassar yang sudah beroperasi sekitar dua bulan ini menggunakan armada Airbus A320-200 berkapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi yang dilengkapi inflight entertainment (audio video on demand) di setiap kursi.

Sekalipun Bandara Aji Pangerang Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda kerap dianggap sebagai kompetitor baru bagi Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, namun menurut Danang dua bandara ini sama-sama mengakomodasi kebutuhan wisata dan bepergian bagi milenial.

Ekspansi selanjutnya, pada 11 Januari 2019 mendatang Lion Air Group mulai mengoperasikan rute baru Balikpapan-Majalengka yakni ke Bandara Kertajati, dengan frekuensi terbang satu kali setiap hari.

Rencananya, maskapai Lion Air menggunakan nomor JT-947 berangkat dari Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan (BPN) pada 12.00 WITA dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Internasional Kertajati, Majalengka, Jawa Barat (KJT) pukul 13.00 WIB.

Untuk rute sebaliknya, kata Danang, Lion Air bernomor JT-946 akan mengudara dari Kertajati pukul 13.40 WIB, kemudian diperkirakan mendarat di Balikpapan pada jadwal kedatangan pukul 16.40 WITA.

Penambahan destinasi ini bakal membawa pengalaman baru. Majalengka menjadi kota kedua setelah Bandung sekaligus dapat melengkapi rute potensial yang sudah beroperasi saat ini dari Balikpapan ke Jawa Barat.

Dalam rangka menggeliatkan traveling tujuan Balikpapan dan Majalengka, Lion Air menawarkan pengalaman terbang dengan pesawat terbaru Boeing 737 MAX 8 sebanyak 189 kursi kelas ekonomi, Boeing 737-900ER sebanyak 215 kursi kelas ekonomi, atau Boeing 737-800NG sebanyak 189 kursi kelas ekonomi.

Tag : balikpapan, lion air
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top