Pegadaian Kalimantan Targetkan Pertumbuhan Transaksi 19%

PT Pegadaian (Persero) menargetkan pertumbuhan transaksi di wilayah Kalimantan bisa tumbuh 19% pada 2019.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 20 Januari 2019 15:38 WIB
Model memperlihatkan layanan Pegadaian digital service di sela-sela acara peringatan HUT ke-117 Pegadaian, di Jakarta, Minggu (1/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, BALIKPAPAN – PT Pegadaian (Persero) menargetkan pertumbuhan transaksi di wilayah Kalimantan bisa tumbuh 19% pada 2019, dari tahun sebelumnya yang hanya berkontribusi 10% dari total transaksi nasional.

Direktur Jaringan Operasi dan Penjualan PT Pegadaian (Persero) Damar Latri Setiawan mengatakan saat ini prospek pertumbuhan bisnis pembiayaan di Kalimantan secara umum mengalami pertumbuhan.

Menurut Damar kondisi ini disebabkan oleh perbaikan ekonomi di Kalimantan. Damar memperkirakan, pada 2018 lalu, Kalimantan berkontribusi atas pendapatan Pegadaian sampai 1-%.

“Di Kalimantan 2019 ini kami targetkan tumbuh 19%. Sekitar Rp4 triliun, kemarin 2018 mencapai Rp3 triliun. 2019 semoga jadi Rp4 triliun,” ujar Damar di E-Walk Mal, Balikpapan Superblock, Sabtu (19/9/2019) malam.

Dia menyebut, dari total 12 wilayah kantor Pegadaian di seluruh Indonesia, kinerja Pegadaian Kalimantan yang terbilang positif mendorong wilayah ini masuk dalam peringkat 10 besar kontributor yang baik bagi pendapatan perusahaan.

PT Pegadaian pada 2018 berhasil meraup pendapatan sekitar Rp2,7 triliun. Adapun dividen yang dibagikan kepada negara dari perusahaan pelat merah ini senilai Rp1,2 triliun.

Damar berharap pertumbuhan nasabah di Kalimantan tahun ini bisa naik 2 kali lipat. Dia optimistis ada banyak produk dari Pegadaian yang akan menstimulus peningkatan nasabah baru.

Adapun di sisi konsumen, nasabah Pegadaian saat ini 70% berusia produktif atau milenial yang mengincar produk seperti Gadai, Tabungan Emas, dan Amanah untuk Pembiayaan Kendaraan Bermotor.

“Sampai tahun depan bisa capai 2,5 juta nasabah. Untuk menyasar anak muda maka kami membuka The Gade Café, karena memang supaya anak milenial bisa kerja, nongkrong, dan gadai langsung. 70% nasabah kita itu selalu usia produktif. Minimal tahun depan nasabah bisa bertambah 20%,” paparnya.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan juga baru saja mengeluarkan Peraturan OJK (POJK) tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan yang diharapkan bisa mendorong pertumbuhan industri pembiayaan dan memicu pertumbuhan nasional.

Adapun POJK ini mengatur terkait bisnis perusahaan dari; jenis kegiatan usaha, cara pembiayaan dan pembiayaan infrastruktur termasuk penggunaan sistem informasi dan teknologi yang terintegrasi oleh perusahaan pembiayaan.

Bisnis mencatat, menurut data OJK Kalimantan Timur, hingga Oktober 2018, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sepanjang 2018 memang positif. Pasalnya ada kenaikan DPK pada 2018 sebesar 12,35%. Pencapaian ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK nasional secara total sebesar 7,6% (y-o-y).

Tag : kalimantan, pegadaian
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top