Tarif Jasa Kurir Naik 30%, Pengiriman Turun 40%

Kenaikan tarif kargo memberi efek kenaikan tarif jasa kurir sekitar 30% dan memberikan efek beberapa bisnis jasa kurir gulung tikar.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  05:54 WIB
Tarif Jasa Kurir Naik 30%, Pengiriman Turun 40%
Petugas beraktivitas di Terminal Kargo dan Pos Bandara Jenderal Ahmad Yani yang berada di lokasi baru seusai diresmikan, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (23/1/2019). - ANTARA/Aji Styawan

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Kenaikan tarif kargo memberi efek kenaikan tarif jasa kurir sekitar 30% dan memberikan efek beberapa bisnis jasa kurir gulung tikar.

Wakil Kepala Kantor Pos Balikpapan Suworo mengatakan kenaikan tarif kargo pada awal tahun ini telah memberi imbas terhadap harga pengiriman jasa kurir. Untuk menyesuaikan biaya tersebut, Suworo menyatakan sejak Januari 2019, perusahaan telah menaikkan tarif sampai 30% dari tarif yang berlaku tahun ini.

“Tantangan kita tahun ini lebih berta lagi dengan perubahan tarif kargo ada perubahan 30% sudah berlaku awal Januari ini,” jelas Suworo kepada Bisnis beberapa waktu yang lalu.

Suworo menyebut, kenaikan harga ini tidak memberikan imbas besar terhadap bisnis jasa logistik, karena secara umum kompetitor perusahaan jasa kurir lain juga menyesuaikan tarif dengan kenaikan tarif kargo. Oleh sebab itu Suworo menyebut tidak akan ada persaingan harga yang terlampau ketat antara Posindo dengan perusahaan jasa kurir lainnya.

Meskipun begitu dengan kenaikan harga tersebut, Suworo menyebut PT Pos Indonesia selaku perusahaan pelat merah juga mengupayakan penambahan fasilitas untuk meningkatkan kepuasan konsumen pengguna jasa Pos Indonesia.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Budi Paryanto mengatakan sudah sebulan berjalan kenaikan tarif kargo ini, ada dampak utama tentu penurunan jumlah shipment akibat berkurangnya konsumen yang melakukan transaksi pengiriman barang.

“Dampaknya berikutnya memang adanya beberapa anggota kami yang mengalami gulung tikar,” jelas Budi Paryanto kepada Bisnis, Rabu (20/2/2019).

Budi menambahkan, jumlah penurunan shipment atau pengurangan pengiriman dalam dua bulan ini sudah 40% dibandingkan tahun sebelumnya, atau pengiriman rata-rata. Dia menyebutkan ada banyak juga anggota Asperindo di luar Pulau Jawa yang akibat kenaikan tarif kargo terpaksa gulung tikar.

“Kalau anggota yang sudah gulung tikar yang kami dapat laporannya sudah ada 5 perusahaan, 2 ada di Riau dan ada 2 di Sumatera Selatan, dan 1 di Jakarta,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
logistik, kargo

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top