Kukar Bangun Kerja Sama Smart City dengan UN World Global Village Ltd.

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edy Damansyah terima tawaran investasi kerja sama pembangunan smart city di Kawasan Kukar dari UN World Global Village Limited Ltd.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  20:24 WIB
Kukar Bangun Kerja Sama Smart City dengan UN World Global Village Ltd.
Ilustrasi smart city - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edy Damansyah mendapatkan tawaran investasi kerja sama pembangunan smart city di Kawasan Kukar dari UN World Global Village Limited Ltd.

Presiden UN World Global Village Ltd Lu Jin Ping memilih Kukar, Kalimantan Timur, sebagai proyek pertamanya di Indonesia karena dipandang memiliki potensi untuk dibangun smart city yang berwawasan IT tanpa merusak alam.

"Jika di Kukar sudah dibangun, saya berharap bisa dibangun smart city lainnya di Kalimantan ini,” kata Lu di Kukar dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin (25/2/2019).

Ke depannya di Kukar dibangun berbagai fasilitas seperti rumah sakit, sekolah, universitas, pabrik, jalan, hingga berbagai infrastruktur transportasi, dan pembangkit listrik tenaga air laut demi menunjang smart city.

Lebih lanjut, Lu menerangkan dalam mewujudkan smart city diperlukan lahan seluas 300 hingga 500 hektare yang melibatkan masyarakat setempat serta ilmuwan dari luar negeri.

UN World Global Village Ltd juga akan menginvestasikan dana US$200 milliar yang tidak termasuk dengan biaya pembebasan lahan yang juga menjadi tanggung jawab UN World Global Village.

Untuk diketahui, UN World Global Village Ltd adalh perusahaan multinasional yang berpusat di Hong Kong dan telah membangun smart city di Amerika, Eropa, dan beberapa negara Asia.

Adapun untuk saat ini UN World Global Village Ltd sedang membangun smart city di Long Palai, Malaysia dengan investasi US$500 milliar.

Edy pun menyambut baik rencana tersebut dan pihaknya pun telah menerima berbagai bentuk investasi baik penanaman modal nasional maupun penanaman modal asing.

Investasi yang hadir pun bergerak dalam berbagai sektor seperti migas, batu bara, kelapa sawit, karet, hingga kehutanan.

Lebih lanjut, Edy menerangkan masih banyak sektor-sektor perekonomian di Kukar yang belum dikelola dengan baik yaitu perikanan dan kemaritiman. Hingga saat ini belum ada investor yang tertarik untuk berinvestasi di kedua sektor tersebut.

Untuk diketahui, Kukar termasuk dalam 100 kabupaten di Indonesia yang ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk dibangun smart city dan Pemkab Kukar pun sedang berusaha mewujudkannya dengan pemerintahan dan pelayanan masyarakat yang berbasis IT.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kutai kartanegara, smart city

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup