Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Krisis Listrik Tarakan, Anggota Komisi VII Minta Penanganan Serius 

Krisis listrik di Tarakan terkait insiden terbakarnya Stasiun Pengumpul Utama Gas G-8 milik PT Medco E&P. Hal itu menyebabkan terganggunya distribusi gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang dioperasikan Perusahaan Listrik Negara Unit Layanan Khusus (PLN-ULK) Tarakan.
Eldwin Sangga
Eldwin Sangga - Bisnis.com 21 Maret 2019  |  09:29 WIB
Gerbang Tarakan : gangguan pasok gas menyebabkan krisis listrik - Bisnis.com
Gerbang Tarakan : gangguan pasok gas menyebabkan krisis listrik - Bisnis.com

Bisnis.com, TARAKAN – Nyaris sepekan sudah warga Tarakan mengalami krisis kelistrikan. Perusahaan Listrik Negara Unit Layanan Khusus Tarakan melakukan pemadaman secara bergilir. 

Penyebab utama terjadinya krisis listrik di Tarakan terkait insiden terbakarnya Stasiun Pengumpul Utama Gas G-8 milik PT Medco E&P. Hal itu menyebabkan terganggunya distribusi gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang dioperasikan Perusahaan Listrik Negara Unit Layanan Khusus (PLN-ULK) Tarakan.

Pemadaman berlangsung selama berjam-jam. Aktivitas warga banyak terganggu. Utamanya, kegiatan ekonomi yang nyaris lumpuh akibat pemadaman listrik tersebut.

Sarjo, pedagang es krim rumahan mengaku kesulitan mendapatkan es batu sejak berlangsungnya pemadaman bergilir. Sarjo sudah mencari keliling kota Tarakan, namun tidak jua mendapatkan es batu. 

"Saya sudah cari keliling, tapi tidak ada yang jual. Semua penjual es tidak ada yang jualan. Banyak orang yang cari es batu. Ini sudah sangat merugikan. Kalau besok listrik tidak normal, sudah tentu saya rugi besar lagi. Es yang saya jual mencair. Itu pasti dibuang, sudah tidak bisa dijual," ungkap Sarjo saat ditemui Bisnis, Kamis (21/3/2019).

Kondisi ini juga mendapat sorotan dari Komisi VII DPR RI sebagai mitra kerja Kementerian ESDM dan SKK Migas. 

“Saya sudah melakukan koordinasi dengan Pertamina sebagai pemilik gas, dan PLN yang menggunakannya. Mereka sedang berupaya keras untuk mengembalikan kondisi seperti sediakala. Namun semuanya masih butuh proses, dan secepatnya harus segera dilakukan penanganan supaya warga Tarakan tidak kesulitan lagi,” ungkap Anggota Komisi VII DPR RI Ari Yusnita kepada Bisnis.

Ari mengaku sudah menekankan kepada pihak terkait supaya cepat melakukan perbaikan, karena listrik menjadi kebutuhan utama. Bila pelayanan tidak normal akan berdampak pada kegiatan ekonomi lainnya. Selain itu, warga juga terganggu karena tidak bisa melakukan aktivitas secara normal.

“Kondisi ini tidak kita inginkan. Kemarin juga sudah saya koordinasikan dengan PLN Regional Kalimantan, bahwa kondisi Tarakan ini tolong dikoordinasikan dengan Medco secepat mungkin supaya kondisi kelistrikan berjalan normal seperti biasa. Kita juga sudah koordinasikan dengan Pertamina supaya dapat segera membantu normalkan lagi pasokan gas di PLN,” ujar Ari.

Disinggung soal keluhan masyarakat, Ari yang merupakan anggota DPR dari Kaltimtara ini juga merasakan dampak pemadaman yang sangat merepotkan. 

“Bukan hanya masyarakat, saya juga mengeluh. Mau ngecas HP gak bisa, genset rusak. Saya rasa dokter Khairul juga sudah tahu soal Tarakan. Apapun yang bisa dilakukan, kita lakukan supaya listrik bisa nyala kembali. Kalau PLN sendiri menyampaikan tidak ada masalah selama ada gas, tetapi hanya mampu menghidupkan PLTD dengan kemampuan 15 Mega Watt (MW),” ucap Ari.

Sementara itu, Wali Kota Tarakan Khairul mengharapkan supaya masyarakat tetap menjaga suasana kondusif. Masyarakat juga diminta agar berhati-hati dalam meminimalisir alternatif penerangan lain yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Tarakan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Tarakan atas ketidaknyamanan ini. Tentunya doa dan dukungan dari masyarakat merupakan semangat kami untuk terus berbenah meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, PT Medco E&P Indonesia telah berhasil menyelesaikan pekerjaan perawatan pipa dan telah mengalirkan kembali gas dari Stasiun Pengumpul Utama Gas G-8 di Kota Tarakan ke fasilitas pembangkit listrik PLN Gunung Belah pada Rabu (20/3/2019) pukul 23:00 WITA. Sementara itu, gas untuk ke pembangkit listrik PLN di Binalatung direncanakan juga bisa mengalir pada  Kamis (21/3/2019).

Perusahaan berterima kasih atas kerja sama dan dukungan semua pihak sehingga para Pekerja Medco E&P dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dalam penyelesaian pekerjaan ini, Medco E&P juga berkoordinasi dengan PT Pertamina Asset 5 Field Tarakan dan Bunyu. Dengan ini, maka gas dari Station G-8 telah dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan kelistrikan di Kota Tarakan.

"Kami berharap pelayanan kelistrikan di Kota Tarakan dapat segera kembali normal. Selain itu, dukungan dan kerja sama yang baik dari berbagai pihak dalam proses penyelesaian pekerjaan ini, sangat kami hargai," ujar Manager Operasi Medco E&P Blok Tarakan Erri Setiawan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tarakan krisis listrik
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top