Penetrasi Uang Elektronik di Kaltim Rendah

Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur menyatakan penetrasi uang elektronik di Kalimantan Timur belum mencatatkan angka yang tinggi.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 23 April 2019  |  18:27 WIB
Penetrasi Uang Elektronik di Kaltim Rendah
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, YOGYAKARTA – Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur menyatakan penetrasi uang elektronik di Kalimantan Timur belum mencatatkan angka yang tinggi.

Kepala Tim Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur Prabu Dewanto menyatakan penetrasi uang elektronik oleh perbankan diseluruh Indonesia secara umum memang masih lamban. 

Hal ini mengingat penetrasi uang elektronik oleh sejumlah pihak perbankan baru bergerak signifikan di beberapa daerah yang didukung dengan aturan dari pemerintah setempat.

"Meskipun perbankan kita ini mengusai beberapa pembayaran elektronik di jalur tol, tapi masih jauh jika dibandingkan dengan beberapa perusahaan startup. Karena memang kita ada aturannya tidak sembarangan dan untuk memenuhi itu memakan waktu yang lama" kata Prabu di Yogyakarta Marriott Hotel dalam acara Pelatihan Wartawan Ekonomi Kalimantan Timur, Senin (22/4/2019).

Oleh sebab itu lambannya penetrasi uang elektronok oleh perbankan, menurut Prabu bisa diatasi dengan pemangkasan aturan dan dukungan pemerintah daerah mendorong peralihan masyarakat tunai ke non tunai. 

Ada beberapa contoh yang bisa memicu geliat penggunaan uang elektronik atau non tunai. Salah satunya adalah seperti aturan untuk membayar tol di Jawa dengan uang elektronik. Kondisi ini secara cepat memaksa masyarakat beralih ke transaksi non tunai.

Dia berharap dengan kehadiran tol Samarinda-Balikpapan yang masih tersisa 20% penyelesaian, bisa ikut mengubah kebiasaan pengendara untuk memulai penggunaan uang elektronik. Kondisi ini dipercaya akan memberi efek domino pada sistem pembayaran secara umum nantinya di Kalimantan Timur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kaltim, uang elektronik

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top