Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemprov Kaltara Tambah Modal Rp20 Miliar untuk Bank Kaltimtara

Pemprov Kalimantan Utara akan menambah penyertaan modal kepada Bank Kaltimtara sebesar Rp20 miliar pada 2019 untuk memenuhi total Rp190 miliar.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 29 April 2019  |  20:29 WIB
Ilustrasi karyawati Bank Kaltimtara melayani penarikan uang di salah satu kantor cabang. - Istimewa/Humas
Ilustrasi karyawati Bank Kaltimtara melayani penarikan uang di salah satu kantor cabang. - Istimewa/Humas

Bisnis.com, JAKARTA – Pemprov Kalimantan Utara akan menambah penyertaan modal kepada Bank Kaltimtara sebesar Rp20 miliar pada 2019 untuk memenuhi total Rp190 miliar.

Modal tersebut telah dianggarkan dalam APBD 2019. Sebelumnya, Pemprov sudah menyetorkan Rp170 miliar pada Desember 2018.

Gubernur Irianto Lambrie mengatakan penambahan modal itu untuk menguatkan modal sekaligus meraup pengembalian investasi dengan dividen.

"Hal itu akan meningkatkan sumber pendapatan asli daerah, kami sudah setor sebelumnya Rp170 miliar, dan insya Allah tahun ini kami menambahkan Rp20 miliar," kata Irianto dari siaran pers Pemprov, Senin (29/4/2019).

Pada 2017 Pemprov Kaltara menyertakan modal Rp150 miliar dengan mendapatkan dividen pada 2018 sebesar Rp11 miliar dan dividen itu disertakan dengan menambah Rp9 miliar pada 2018.

"Tadinya untuk 2019 mau kita anggarkan lagi Rp50 miliar tetapi kami rasionalisasi," kata Irianto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank kaltim bank kaltimtara
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top