Konservasi Orangutan, Pemprov Kaltim Gandeng Swasta

Untuk meningkatkan fungsi kawasan konservasi orangutan di Kalimantan Timur, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur gandeng swasta yang berusaha di sekitar hutan lindung konservasi.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 14 Mei 2019  |  17:26 WIB
Konservasi Orangutan, Pemprov Kaltim Gandeng Swasta
Orangutan - Reuters/Roni Bintang

Bisnis.com, SAMARINDA -- Untuk meningkatkan fungsi kawasan konservasi orangutan di Kalimantan Timur, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur gandeng swasta yang berusaha di sekitar hutan lindung konservasi.

Kepala Seksi Pemeliharaan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kaltim Muhammad Fadli mengatakan kawasan bentang alam Wehea-Kelay, adalah salah satu habitat terakhir konservasi orangutan.

"Tidak banyak habitat yang cocok satwa liar. Di Kaltim hanya berada di Kutai Kertanegara ke utara," jelas Fadli di Kantor Dinas Lingkungan Hidup, Selasa (14/5/2019).

Fadli menyatakan di daerah tersebut sebenarnya sudah banyak arena pembukaan usaha.

Oleh sebab itu Pemprov Kaltim berharap dengan adanya aturan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bisa ada sinergi antara konservasi dan kegiatan usaha.

"Konservasi tetap jalan, ekonomi jalan, masyarakat sejahtera. Ini yang kami inginkan supaya bisa jalan sebagaimana mestinya," tambah Fadli.

Dia menambahkan sudah ada rancangan aksi yang akan dilakukan Pemprov Kaltimdengan pelaku usaha. Selain itu Pemprov Kaltim juga bekerjasama dengan masyarakat adat dan The Nature Conservacy (TNC).

Semua stakeholder ini sudah bersepakat untuk mengelola kawasan koridor orangutan seluas 532.143 hektare bentang alam Wehea-Kelay di Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau.

Selain itu, salah satu penunjang untuk mengajak swasta bekerjasama dalam pengelolaan kawasan konservasi adalah rumusan dari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup.

Dia berharap agar aturan tersebut bisa memberikan insentif kepada pihak swasta agar menjadi stimulus bagi keterlibatan perusahaan.

 "Kita tunggu saja. Mudah-mudahan menggembirakan bagi kegiatan ekonomi dan konservasi," paparnya.

 Saat ini populasi orangutan di bentang alam Wehea-Kelay ada sekitar 800 individu tersebar di hutan daratan rendah, dataran tinggi, perbukitan, hingga di areal perkebunan sawit. 

 Sampai saat ini tercatat ada 20 perusahaan sekitar kawasan. Adapun penandatanganan kerjasama lintas pemangku kebijakan sudah dilakukan pada 17 April 2015.

 "Tinggal 7 perusahaan lagi. Semoga bisa bertambah sampai 2020 ada 20," kata Fadli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kaltim, orangutan

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top