Bandara APT Pranoto Dongkrak Pertumbuhan Bisnis Hotel

Pelaku usaha perhotelan menilai kehadiran Bandara APT Pranoto di Samarinda telah mendorong pertumbuhan bisnis perhotelan di Kota Tepian.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 26 Mei 2019  |  12:02 WIB
Bandara APT Pranoto Dongkrak Pertumbuhan Bisnis Hotel
Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto atau Bandara Samarinda Baru resmi menggantikan Bandara Temindung.Foto: Humas Kemenhub

Bisnis.com, SAMARINDA – Pelaku usaha perhotelan menilai kehadiran Bandara APT Pranoto di Samarinda telah mendorong pertumbuhan bisnis perhotelan di Kota Tepian.
 
General Manager Aston Samarinda, Hotel and Convention Center, Made Widya Paramartha mengatakan secara umum tingkat okupansi perhotelan di Samarinda lebih baik ketimbang tahun lalu.

Menurut Made Widya, kondisi ini disebabkan oleh prasarana yang lebih baik yakni kemunculan Bandara APT Pranoto.
 
“Apalagi dengan penambahan flight destinasi itu sangat membantu tingkat keterisian hotel,” tutur Made beberapan hari yang lalu dalam Business Gathering Aston.
 
Made Widya Paramartha mengatakan pada tahun ini dia memprediksi okupansi di hotel bisa mencapai 75% sampai 80%.

Dia menyebut target itu tidaklah ambisius mengingat lebih dari triwulan I/2019 saja keterisian sudah mencapai 75%.
 
Meskipun demikian, Made Widya menyatakan sebetulnya keterisian kamar hotel di Samarinda juga masih didominasi oleh pemerintah dan kepentingan MICE.

Adapun keterisian dari segmen pasar para traveller atau wisatawan masih sedikit Samarinda.
 
“Memang market leisure kurang. Dengan adanya airport Samarinda kami mengadakan kerjasama dengan ASITA dan PHRI fokus menjual tourism destination sehingga membuka market baru untuk leisure ini,” papar Made Widya.
 
TERDONGKRAK BISNIS MAKANAN

Selama masa Ramadan kali ini, Made Widya mengatakan tingkat hunian cenderung menurun namun bergeser ke bisnis food and beverages.

Hal ini dipicu oleh semakin banyaknya orang yang menggelar acara buka puasa bersama di hotel.
 
“Tingkat hunian menurun semua hotel pasti menggeser dari target kamar sekarang bulan Ramadan jadi FnB. Revenue FnB hampir semua hotel lebih baik dari room. Kalau di hotel besar sekitar 70%,” terang Made Widya.
 
Meski begitu, Made Widya menyoroti adanya perbedaan antara bisnis food and beverages masa Ramadan tahun ini dengan masa Ramadan tahun lalu.

Pasalnya, tingkat keterisian yang penuh banyak pada Ramadan tahun lalu terjadi pada minggu kedua. Sementara pada Ramadan tahun ini, peak season untuk FnB baru terjadi pada minggu ketiga Ramadan.
 
“Mungkin efek tahun politik. Baru ada geliat lagi,” paparnya.
 
Made Widya optimistis, Aston Hotel Samarinda bisa mencapai keterisian tahun ini secara total sampai 85%.

Dia menilai selesainya Pemilu Serentak 2019 akan kembali menggeliatkan aktivitas bisnis di Kota Tepian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
samarinda, Bandara APT Pranoto

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup