Cuaca Kurang Kondusif Pemicu Laju Inflasi Balikpapan

Pada Mei 2019, inflasi Kota Balikpapan tercatat 0,75 persen month to month (mtm), meningkat dibandingkan dengan April 2019 sebesar 0,25 persen.
Sophia Andayani | 12 Juni 2019 20:08 WIB
Pekerja menyortir tomat. Jenis sayur ini memicu inflasi Balikpapan. - Antara/Anis Efizudin

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Pada Mei 2019, inflasi Kota Balikpapan tercatat 0,75 persen month to month (mtm), meningkat dibandingkan dengan April 2019 sebesar 0,25 persen.

Namun, inflasi Mei 2019 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata inflasi bulan Ramadan selama 3 tahun terakhir yang sebesar 1,16 persen (mtm).

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi Mei 2019 didorong oleh kelompok bahan makanan yang memberikan andil inflasi terbesar yaitu 0,48 persen mtm.

Kondisi itu dipicu oleh melonjaknya harga komoditas hortikultura dan sayuran terutama tomat, cabai rawit, dan ikan karena kendala terbatasnya pasokan dari daerah pemasok dan kenaikan biaya distribusi sebagai dampak kondisi cuaca yang kurang kondusif.

Inflasi yang terjadi pada periode ini juga disebabkan oleh peningkatan permintaan yang bersifat seasonal hari besar keagamaan yaitu Ramadan dan Idulfitri 1440 Hijriah. 

"Secara tahunan, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Balikpapan mencatatkan angka 3,34 persen year on year (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional 3,32 persen  (yoy) dan Provinsi Kalimantan Timur sebesar 3,04 persen yoy,” jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Bimo Epyanto dalam rilisnya, Rabu (12/6/2019).

Lanjut, Bimo menjelaskan ke depan terdapat beberapa faktor yang diperkirakan masih memberi tekanan inflasi di antaranya libur tahun ajaran baru yang berpotensi memicu kenaikan harga tiket pesawat, tingginya curah hujan berpotensi menggangu distribusi bahan pangan, risiko memasuki musim kemarau pada daerah sentra produksi terutama di pulau Jawa, dan potensi kenaikan biaya pendidikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Inflasi, balikpapan

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top