Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tiga Proyek Pembangkit Hijau Siap Dibangun di Kalimantan

Rencananya listrik dari 3 PLTA tersebut akan masuk dalam interkoneksi Kalimantan pada 2025.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  18:26 WIB
Ilustrasi. - Antara/Widodo S Jusuf
Ilustrasi. - Antara/Widodo S Jusuf

Bisnis.com, BALIKPAPAN — PT Perusahaan Listrik Negara (persero) tengah mengkaji pembangunan tiga proyek pembangkit hijau berbasis pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara).

Direktur Bisnis Regional Kalimantan Machnizon memerinci, proyek energi baru dan terbarukan (EBT) tersebut adalah PLTA Tabang Kaltim, PLTA Kayan dan PLTA Kelai di Kaltara dengan total kapasitas terpasang sebesar 300 mw—400 mw. Ketiga proyek tersebut, kata dia sudah masuk dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN Kalitimra.

“Rencananya listrik dari 3 PLTA tersebut akan masuk dalam interkoneksi Kalimantan pada 2025. PLTA ini juga akan memperkuat dan mendukung interkoneksi wilayah Kaltimantan, mulai dari Kalbar, Kalteng, Kalsel, hingga Kaltim dan Kaltara,“ katanya belum lama ini.

Dia mengatakan, utamanya listrik dari pembangkit hijau tersebut bisa dimanfaatkan untuk kalangan industri yang berkembang di Kaltimra bukan untuk sektor rumah tanga. Pasalnya menurutnya, pasokan listrik untuk sektor rumah tangga sudah cukup dari pembangkit listrik yang saat ini telah beroperasional. Bahkan nantinya jika memang ada kelebihan pasokan listrik dari PLTA berpotensi untuk dijual kepada Malaysia yang berbatasan langsung dengan Kalimantan.

Sebelumnya, pembangunan PLTA sudah lebih dulu dilakukan di Riam Kanan, Kalsel. Selain PLTA juga akan dibangun PLTS dan tenaga Angin di Pleihari Kalsel yang pelelangannya baru dilakukan tahun ini dengan target operasional pada 2021.

Namun PLN memiliki target mulai dari Pontianak hingga Kaltara pada 2021 akan tersambung semua jaringan listrik.

Sejauh ini, ungkap Machnison kelistrikan di Kalimantan Timur sudah interkoneksi dengan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Kapasitas terpasang di wilayah Kaltim sekitar 1500 MW dengan beban puncak 1.250 MW sehingga memiliki kelebihan daya listrik sebesar 250 MW-300 MW. Sebaliknya di Kaltara sistem kelistrikan-nya yang belum tersambung semua.




Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN kalimantan
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top