Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Peserta Nonaktif BPJS Kesehatan Kaltara Mencapai 20.681 Jiwa

Kementerian Sosial menetapkan penonaktifan kepada peserta PBI Jaminan Kesehatan Kalimantan Utara sebanyak 20.681 jiwa dan pengganti sebanyak 1.125 jiwa.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 02 Agustus 2019  |  16:46 WIB
Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie dan Presiden Joko Widodo. - Istimewa
Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie dan Presiden Joko Widodo. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Sosial menetapkan penonaktifan kepada peserta PBI Jaminan Kesehatan Kalimantan Utara sebanyak 20.681 jiwa dan pengganti sebanyak 1.125 jiwa.

Gubernur Irianto Lambrie mengatakan, penghapusan itu berdasarkan SK Menteri Sosial No. 79/UHK/2019 tentang Penetapan Penonaktifan dan Perubahan Peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan 2019 tahap ke-6.

"Kriteria penonaktifan dan penggantian peserta itu di antaranya yang meninggal dunia, tidak lagi masuk kategori fakir miskin, dan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda," kata Iriantor dari siaran pers Pemprov, Jumat (2/8/2019).

Dia menyebutkan peserta yang dinonaktifkan berasal dari Kabupaten Nunukan sebanyak 7.907 jiwa, disusul Kota Tarakan sebanyak 5.500 jiwa, dari Bulungan mencapai 3.717 jiwa, Malinau sebanyak 2.931 jiwa, dan Tana Tidung sebanyak 626 jiwa.

"Dari penjelasan Kemensos, bahwa yang tidak masuk dalam basis data terpadu akan dinonaktifkan lalu digantikan dengan yang masuk dalam BDT [Basis Data Terpadu]," kata dia.

Adapun kelayakan masyarakat yang masuk ke dalam BDT didasarkan verifikasi oleh petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Dinsos setempat yang melakukan kunjungan ke masyarakat.

Ini juga menjadi salah satu persyaratan penerimaan program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dari Kemensos.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpjs kesehatan kalimantan utara
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top