Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ibu Kota Baru Indonesia, Rektor UBT: Yang Penting di Kalimantan

Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT) Prof. Adri Patton pun angkat suara. Dia menilai dari sisi akademik, Kalimantan memang calon kuat terkait pemindahan ibu kota. Selain memiliki lahan yang masih luas, sumber daya alam juga sangat melimpah. 
Eldwin Sangga
Eldwin Sangga - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  15:03 WIB
Presiden Jokowi disambut Wagub Kaltim Hadi Mulyadi saat tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (7/5/2019). - Setkab/Anggun
Presiden Jokowi disambut Wagub Kaltim Hadi Mulyadi saat tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (7/5/2019). - Setkab/Anggun

Bisnis.com, TARAKAN - Isu pemindahan Ibu Kota  Indonesia kian hangat dibahas. Terlebih, pemerintah pusat hendak memindahkan ke pulau Kalimantan. Indikasinya terlihat melalui kajian yang telah dilakukan oleh Bappenas. 

Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT) Prof. Adri Patton pun angkat suara. Dia menilai dari sisi akademik, Kalimantan memang calon kuat terkait pemindahan ibu kota. Selain memiliki lahan yang masih luas, sumber daya alam juga sangat melimpah. 

"Di mana pun nanti (ibu kota) dipindah, yang penting di Kalimantan. Bisa di Kaltim, Kalsel, Kalteng," ujarnya saat ditemui Bisnis, Selasa (6/8/2019).

Adri juga membeberkan, telah dua kali diundang bersama rektor se-Kalimantan oleh BPH Migas. Membahas isu pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan. Dia mengatakan, BPH Migas juga sedang menyiapkan infrastruktur gas bila memang Ibu Kota pindah ke Borneo. 

"Pertama kami diundang ke Jakarta. Yang kedua di Kalsel. Sama-sama bahas pemindahan ibu kota," ujarnya. 

Menurut Adri pemindahan ibu kota ke Kalimantan, akan memberikan efek yang besar. Otomatis, banyak infrastruktur yang akan dibangun karena Kalimantan masih jauh dari aspek pembangunan infrastruktur. 

"Apalagi beberapa wilayah di Kalimantan berbatasan langsung dengan Negara Malaysia. Inilah saatnya kita mengejar ketertinggalan. Tantangannya juga sangat berat," jelas Adri. 

Pemindahan ibu kota dinilai Adri akan memberikan efek positif bagi Kaltara. Dia menganggap, di mana pun pemerintah menyetujui pemindahan ibu kota, yang terpenting harus di Kalimantan. "Sebab, Kaltara wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Ini akan menjadi keuntungan bagi Kaltara," ulasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ibu Kota Dipindah
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top