Tren Pencairan JKK di Kalimantan Naik, Ini Sektor Usaha dengan Kasus Paling Banyak

Kasus yang terjadi sebagian besar bukan berada di area kerja tetapi saat berada di luar area kerja atau berada di jalan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  19:03 WIB
Tren Pencairan JKK di Kalimantan Naik, Ini Sektor Usaha dengan Kasus Paling Banyak
Petugas BPJS Ketenagakerjaan melayani warga di Kantor BPJS Ketenagakerjaan. - Antara/Andreas Fitri Atmoko

Bisnis.com, BALIKPAPAN—BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Kalimantan mencatat adanya tren kenaikan pencairan klaim untuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Asisten Deputi Bidang Kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Kalimantan Ramadan Sayo  menyebutkan kasus yang terjadi sebagian besar bukan berada di area kerja tetapi saat berada di luar area kerja atau berada di jalan.

“Bisa terjadi ketika mereka pulang atau berangkat kerja atau ketika dinas ke luar,” katanya saat Press Grathering di Balikpapan, Kamis (15/8/2019).

Dia mengakui secara nominal angka memang tidak sebesar jaminan hari tua (JHT) tetapi tren ini perlu mendapatkan perhatian. “Tren kenaikan cukup besar. Artinya masih banyak kecelakaan kerja yang terjadi. Hal ini bisa menjadi perhatian bagi dinas ketenagakerjaan setempat,” tuturnya.

Pada tahun ini, dia menyebutkan sudah ada ada 5.730 kasus JKK yang ditangani di Kalimantan. Adapun, pada tahun lalu tercatat hanya 2.408 kasus.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Banjarmasin tersebut menyebutkan, kasus paling banyak terjadi Kalimantan Tengah, utamanya dari sektor perkebunan sawit. Menurutnya, pekerja kelapa sawit aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3)-nya masih rendah.

“Kalau, untuk perusahaan di Kaltim K3 ini sudah menjadi budaya. Jadi, sangat minim terjadi,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpjs ketenagakerjaan

Editor : Rachmad Subiyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top