Wali Kota Banjarmasin Pimpin Mediasi Juragan Kelotok

Juragan kelotok kawasan Siring Menara Pandang Kota Banjarmasin menemui Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina untuk menyampaikan aspirasi berkaitan dengan pembinaan keanggotaan koperasi.
Arief Rahman
Arief Rahman - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  18:37 WIB
Wali Kota Banjarmasin Pimpin Mediasi Juragan Kelotok
Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina bersama perwakilan Juragan Kelotok di Siring Tendean Banjarmasin. - Bisnis / Arief Rahman

Bisnis.com, BANJARMASIN – Juragan kelotok kawasan Siring Menara Pandang Kota Banjarmasin menemui Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina untuk menyampaikan aspirasi berkaitan dengan pembinaan keanggotaan koperasi, di Rumah Dinas Walikota, Jalan Dharma Praja Km 5, Banjarmasin, Rabu (21/8/2019).

Dalam pertemuan tersebut, juragan kelotok kawasan Siring Menara Pandang akhirnya bersepakat untuk mengakhiri polemik dan bergabung dengan koperasi yang dikelola oleh juragan kelotok kawasan Patung Bekantan, demi kepentingan usaha mereka dan pariwisata di Kota Banjarmasin.

“Dengan berbagai macam perdebatan tadi akhirnya para juragan kelotok ini mau bergabung dengan koperasi. Setelah ini mereka akan berkumpul di Menara pandang mensosialisasikan kesepakatan tersebut bersama anggota mereka dengan dibantu oleh Dinas Koperasi,” ungkap Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina.

Dengan bersatunya delapan puluh delapan kelotok dari kedua pihak tersebut sebagai anggota, orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai itu juga berjanji dalam waktu dekat akan membuka kembali dermaga yang beberapa waktu lalu sempat berhenti beroperasi.

“Nanti kalau sudah bergabung di koperasi dan ingin membenahi manajemen hingga kepengurusannya dari dalam silahkan. Saya juga sudah instruksikan kepada Dinas Perhubungan agar dermaganya bisa dibuka kembali setelah para juragan kelotok ini mau bergabung di koperasi,” tambahnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin Ikhsan Alhaq, Kabid Pariwisata Khuzaimi, dan Plh Dinas Koperasi Norbiansyah.

Pedagang pasar terapung melakukan atraksi jukung membentuk bunga mekar di sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (12/8/2019). Atraksi yang dibuat pedagang pasar terapung tersebut menjadi ajang promosi pariwisata Kalsel./Antara-Bayu Pratama S

Sebelumnya, sedikitnya ada 42 kelotok atau perahu wisata sungai tidak dapat beroperasi karena Dermaga Siring Tendean ditutup oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarmasin. Selain itu para motoris pun juga tak dapat beroperasi setelah keluar surat dari dinas tersebut 551.51/913/DISHUB/2019 perihal Pencabutan Izin Operasional Klotok Siring Piere Tendean tertanggal 16 Agustus 2019.

Informasi dihimpun, pertimbangan pencabutan izin tersebut, salah satunya adalah komunitas klotok susur sungai wisata tidak bergabung dalam koperasi Maju Karya Bersama yang sudah mempunyai badan hukum.

Berdasarkan kesepakatan tiga SKPD yaitu Dinas Perhubungan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Dinas Koperasi Usaha Mikro dan dan Tenaga Kerja bahwa penyaluran dana CSR melalui Koperasi Maju Karya Bersama bukan jalur perorangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kalimantan Selatan

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top