Singapura Fokus Garap Pasar Wisata Halal dari Kaltim

Singapore Tourism Board (STB) mulai fokus mengejar pasar wisata muslim dari Indonesia tahun ini, termasuk memasuki pasar Kalimantan Timur melalui Balikpapan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  17:38 WIB
Singapura Fokus Garap Pasar Wisata Halal dari Kaltim
Pemandangan sunset dari restoran dan bar Lavo Singapore di puncak Marina Bay Sands. Bisnis - Ropesta Sitorus

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Singapore Tourism Board (STB) mulai fokus mengejar pasar wisata muslim dari Indonesia tahun ini, termasuk memasuki pasar Kalimantan Timur melalui Balikpapan.

Area Director Indonesia STB Muhamed Firhan Abdul Salam melihat kecenderungan pasar masyarakat muslim dari Indonesia menunjukkan tren kenaikan selama 3 tahun terakhir. Data STB mencatat jumlah kunjungan masyarakat ke Singapore dari Balikpapan hingga akhir tahun lalu mencapai 9.183 dan tumbuh sebesar 2,8% dibandingkan posisi 2017 sebanyak 8.937.

Berdasarkan data tersebut, Firhan mengungkapkan masih ada ruang pertumbuhan yang kebih besar jika ceruk pasar ini digarap dengan serius. Apalagi secara geografis, Singapura berdekatan dengan negara Malaysia dan Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama muslim.

Dari sisi demografis, populasi penduduk muslim di Negri Singa bukanlah mayoritas, hanya sebesar 15%. Namun, Singapura berhasil menyandang peringkat pertama negara yang masuk dalam Global Muslim Travel Index 2019 sebagai destinasi wisata halal di kalangan negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan non-OKI.

“Tahun ini kami akan menargetkan pertumbuhan sektor ini hinga 3%. Kami melihat datanya cukup mendukung, apalagi sebagai negara non-muslim, kami justru dipandang secara global ramah muslim. Kami mau menunjuukan tidak sulit untuk mencari tempat beribadah di Singapore, makanan halal dan lainnya,” katanya Rabu (21/8/2019).

Dia optimistis pertumbuhan yang lebih besar tahun mendatang melalui Balikpapan dengan beroperasionalnya maskapai Scoot menggantikan Silk Air untuk penerbangan langsung ke Singapura per Mei 2020. Dari sisi kapasitas, Scoot mampu menampung lebih banyak penumpang serta penambahan frekuensi.

Sejauh ini, lanjut dia, ekonomi global masih menghadapi tantangan yang berdampak pada performa pariwisata yang belum efektif selama 6 bulan berjalan tahun ini. Namun, pihaknya masih bisa mengandalkan musim peak akhir tahun pada periode November—Desember.

“Polanya memang peak-nya pada Juni-Juli musim liburan juga November--Desember akan lebih baik,” ungkapnya.

Selain wisata halal, Saat ini Singapore juga menjual beberapa potensi wisatanya melalui MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) serta kapal pesiar (Cruise) Market, Mise dan Cuirse (kapal pesiar).

Pihaknya memberikan insentif MICE yang menyasar perusahaan minyak dan gas bumi dari Kaltimlebih dari 50 orang yang didiukung dengan itineri SGD 50 per orang. Sementara untuk sektor kapal pesiar, negri merlion telah memiliki homeport pelayaran yang dimulai dari Singapura. Wisata kapal pesiar, lanjut dia juga menjadi salah satu yang populer. Setidaknya 80.000 wisatawan Indonesia datang untuk menikmatinya.

Sementara itu, Assistant Manager Singapore Tourism Board Bella Carlina mengatakan daerah Kampong Glam, menjadi salah satu wilayah yang dikembangkan untuk menarik wisatawan muslim, karena ada masjid sultan serta toko muslim shop dan makanan halal.

“Fokus-nya sekarang juga kurang lebih ke semua tempat. Seperti little india, chinatown, disana bisa dapat makanan halal juga,”ungkapnya

Dari sektor health tourism, masyarakat Indonesia juga masih banyak yang memanfaatkan Singapore.

Secara umum Data STB mencatat Indonesia menjadi pasar wisata terbesar kedua setelah Tiongkok. Disusul India dan Malaysia di posisi ketiga dan keempat. Selama 2017 jumlah pengunjung asal Indonesia mencapai 2,95 juta. Pada 2018 tumbuh 2% menjadi sebanyak 3 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kaltim, WISATA HALAL

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top