Agung Podomoro Memburu Investor di Kalimantan

PT Agung Podomoro Land Tbk. mulai membidik kalangan investor yang memasuki kota Balikpapan setelah isu pemindahan ibu kota.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 29 Agustus 2019  |  21:26 WIB
Agung Podomoro Memburu Investor di Kalimantan
Foto aerial bekas tambang batu bara di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Kementerian LHK akan memperbaiki lubang-lubang bekas tambang di kawasan calon ibu kota negara baru. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay.

Bisnis.com, BALIKPAPAN— PT Agung Podomoro Land Tbk. mulai membidik kalangan investor yang memasuki kota Balikpapan setelah isu pemindahan ibu kota.

Tri Wijaya Head Of ADV & Promotion Borneo Bay City menyebutkan, kota Balikpapan layaknya ibu kota Jakarta sebagai pusat destinasi bisnis. Hal ini akan melahirkan kebutuhan investor untuk tinggal dan berinvestasi di Balikpapan.

Dia mengatakan, investor mencari dari sisi capital gain serta yield untuk ruang perputaran uang. Selain itu, dari sisi kawasan, apartemen yang menjorok ke Teluk Balikpapan tersebut memiliki nilai tambah yang terdapat pengembangan ruang ritel dan fasilitas lainnya sebagai suatu konsep superblok.

Dari sisi prestis, masyarakat yang tinggal di pusat kota akan meningkat secara lifestyle. Dia melanjutkan, kawasan pengembangan yang telah matang lebih dulu membentuk pangsa pasar yang ada.

“Jadi beli lalu sudah ada permintaan pasar sewa itu yang menjadi yield kepastian sudah ada yang nempatin. Fasilitas jadi. kalau di kota besar investasi tinggi, sama halnya nanti di Balikpapan ini. Dengan adanya ibukota kami berharap. Rencana pembangunan pemerintah akan berkesinambungan. Balikpapan kota heterogen menerima perubahan baru,” terangnya dikutip Kamis (29/8/2019).

Adapun sejauh ini, kata dia masyarakat yang tinggal di Balikpapan masih dihadapkan pada pilihan antara rumah tapak, ruko, serta apartemen. Dari ketiga pilihan itu, masing-masing memiliki nilai lebih dan kekurangan.

Namun, apartemen akan menjadi pilihan bagi mereka yang memerlukan hunian representatif dan mengharapkan kualitas waktu bersama keluarga. Apalagi pembangunan apartemen saat ini tidak berdiri sendiri, dilengkapi dan dikelilingi fasilitas lain. Sehingga tidak hanya tinggal tetapi juga bisa menikmati investasinya.

“Kalau saat ini pembelinya memang kebanyakan end user yang berinvestasi mungkin yaa. Dia beli dia tinggal lagi, dia beli lagi untuk sewa,” jelasnya.

Dia menilai secara keseluruhan, harga properti di Balikpapan mulai menunjukkan kenaikan harga semenjak pembangunan bandara baru. Selain itu dikuti pulan dengan pemerintah yang membangun jalan tol Balikpapan-samarinda. Saat ini dengan rencana pembangunan kilang dan pemindahan ibu kota, maka investasi akan terus naik.

Namun untuk dampak pembangunan ibu kota, terhadap properti di Balikpapan akan bergantung pada jenis propertinya.

“Kalau propertinya baru tahap buka lahan cut and field, investor dan konsumen bakal mikir ini bakal jadi atau mangkrak nggak. Di Balikpapan juga awal-awal seperti itu banyak,” tekannya.

Perusahaan akan mulai menaikkan harga jualnya pada September nanti. Properti ini ditawarkan mulai harga Rp700 juta.

Kawasan Borneo Bay City yang dibangun di atas lahan seluas 8,5 Ha ini terdiri dari 3 pusat perbelanjaan modern (Plaza Balikpapan Mall, Balikpapan Trade Centre, Podomoro Bay Mall),7 tower apartemen, Hotel bintang lima, Beach Club, dan ruang terbuka hijau (Bay Park phase 1 seluas 2,5Ha).

Dari 7 tower apartermen itu ada 1.200 kamar, yang progresnya saat ini tinggal finishing. Tinggal serah terima kunci dengan customer.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
agung podomoro, Ibu Kota Dipindah

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top