Festival Syariah Timur Indonesia 2019: BI Balikpapan Dukung 4 Sektor Bussiness Matching

Untuk tahun ini, tuan rumah pada Fesyar KTI 2019 adalah Banjarmasin yang diselenggarakan pada 12-14 September 2019.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 11 September 2019  |  03:30 WIB
Festival Syariah Timur Indonesia 2019: BI Balikpapan Dukung 4 Sektor Bussiness Matching
Karyawan keluar dari gedung Bank Indonesia di Jakarta. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, BALIKPAPAN---Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan mendukung empat sektor untuk dilakukan Business Matching pada Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Kawasan Timur Indonesia 2019.

Untuk tahun ini, tuan rumah pada Fesyar KTI 2019 adalah Banjarmasin yang diselenggarakan pada 12-14 September 2019.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Bimo Epyanto, mengatakan empat sektor business matching yang akan dilakukan adalah pangan, industri pengolahan, kontruksi, ibadah haji dan wisata religi.

Berkaca pada tahun lalu, sebagai tuan rumah Balikpapan berhasil memperoleh kesepakatan business matching senilai Rp1,7 triliun. Sektor industri tambak udang diantaranya yang berhasil meraup kesepakatan Rp200 miliar. Sementara kesepakatan tertinggi diraup Koperasi NU senilai Rp1,1 triliun.

Sementara itu, sepanjang 3 hari penyelenggaraan, berhasil membukukan tranaksi senilai Rp2,2 miliar dengan jumlah pengunjung mencapai 43.912 orang.

“Kalau untuk business matching KTI 2019 nanti belum bisa dipastikan angkanya karena angkanya masih bergerak. Sedangkan pelaku usahanya yang akan dibawa ke Banjarmasin adalah Pondok Pesantren (Ponpes) Darussyafa’ah dan Ponpes Al Muttaqien,” ungkapnya dalam Media Briefing Fesyar KTI 2019, Selasa (10/9/2019).

Bimo menjelaskan business matching merupakan ajang mempertemukan pelaku usaha, investor, pembiayaan dan berbagai pihak yang terkait untuk memperoleh kesepakatan bisnis yang sesuai dengan model usaha syariah.

“Dalam bisnis matching ini juga pelaku usaha akan melihat peluang usaha dan membuka investor lain untuk melirik potensi yang ada. Sehingga pada KTI Fesyar nanti angka akan bergerak untuk mencapai kesepakatan,”imbuhnya.

Kepala BI Banjarmasin Herawanto mengatakan festival ekonomi syariah bukan suatu konsep yang secara eksklusif yang hanya ditujukan umat islam. Ekonmi keuangan syariah merupakan konsep yang inklusif yang secara akif melibatkan lapisan masyarakat dalam menggerakkan roda perekonomian.

“Seluruh prinsip dasar ekonomi syariah mengakomodir seluruh kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat tanpa memandang sara. Untuk mewujudkan ketahan ekonomi dari gras root level kami mengembangkan ekonomi syariah dari kemandirian ekonomi pesantren,” terangnya.

Menurutnya, penunjukan Kalimantan Selatan sebagai tuan rumah Fesyar KTI 2019 tidak luput dari akar sejarah dari kalsel sebagai salah satu pusat penyebaran islam di tanah air.

Selain itu, potensi Kalimantan selatan terbilang besar untuk mengembangkan ekonomi syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru. Kalsel memiliki jumlah penduduk muslim 3,5 juta jiwa atau 96,7 persen dari total populasi penduduk.

Peserta Fesyar KTI 209 terdiri dari Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papu yang mengikutsertakan 19 perwakilan Bank Indonesia.

Khusus Perwakilan Balikpapan akan membawa ponpes Asy-Syifa ikut dalam lomba nasyid, wirausaha muda syariah diwakilkan oleh Peyek Kampoeng Timur, dan mempromosikan batik Tunjung Langit maupun batik An-Niera pada KTI 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top