Penggunaan QRIS Melalui Aplikasi E-Klotok di Kalsel Diapresiasi

BI Pusat mengapresiasi upaya Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) BI Wilayah Provinsi Kalsel dalam memperkenalkan penggunaan metode pembayaran menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS) kepada masyarakat Banua.
Arief Rahman
Arief Rahman - Bisnis.com 13 September 2019  |  17:00 WIB
Penggunaan QRIS Melalui Aplikasi E-Klotok di Kalsel Diapresiasi
Anggota Dewan Gubernur BI Rosmaya Hadi membeli jajanan di atas kelotok dengan QRIS - Arief Rahman

Bisnis.com, BANJARMASIN- BI Pusat mengapresiasi upaya Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) BI Wilayah Provinsi Kalsel dalam memperkenalkan penggunaan metode pembayaran menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS) kepada masyarakat Banua.

QRIS sendiri merupakan pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang diluncurkan oleh BI bertepatan dengan HUT ke–74 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2019 lalu.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi saat mengikuti kegiatan kas keliling BI, Selasa (13/9/2019) di Wisata Susur Sungai Lok Baintan Kabupaten Banjar.

“Upaya KPW BI Provinsi Kalsel dalam memperkenalkan QRIS melalui aplikasi E-Klotok hingga bekerjasama pedagang, untuk menerima pembayaran secara non tunai tentu sangat diapresiasi. Ini bahkan sebuah terobosan baru karena dapat bersinergi dengan sektor pariwisata,” ungkapnya.

Baginya penerapan QRIS di Kalsel merupakan salah satu pengukuhan bahwa wilayah ini telah siap menyongsong era digital economy sebagai salah satu sumber pertumbuhannya.

“Contohnya aplikasi e-klotok. Cukup lakukan scan barcode yang tertera sebelum menaiki Klotok, maka secara otomatis saldo dompet elektronik sang pengguna akan berkurang. Pengguna pun dapat langsung menikmati keindahan pariwisata sungai di Kota Seribu Sungai dengan durasi sekitar 45 menit dengan menaiki klotok tradisional. Ini tentu sangat bagus sebagai upaya Kalsel membiasakan masyarakatnya untuk siap menerima era digital economy,” tambahnya.

Selain memuji masalah penerapan QRIS, dirinya pun juga mengapresiasi kegiatan Kas Keliling Terapung yang merupakan ciri khas dari Kalsel. Bahkan diklaimnya hal tersebut tidak dilakukan di Kantor Perwakilan BI lainnya di Indonesia.

“Kas Keliling Terapung dilakukan karena Kalsel didominasi oleh jalur transportasi sungai sejak dahulu, sehingga penting bagi Bank Indonesia untuk dapat menunaikan tugasnya di bidang sistem pembayaran konvensional untuk dapat memenuhi kebutuhan uang tunai dengan kondisi layak edar dan jumlah yang mencukupi sampai di pelosok,” tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
QR code, Kalsel

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top