Pertamina Simulasi Keadaan Darurat di Kilang RU V Balikpapan

Keadaan darurat berlangsung sekitar 1,5 jam dimulai dari sirine bergelombang selama tiga menit, diakhiri sirine berulang secara terus-menerut selama 1 menit sebagai tanda berakhirnya simulasi.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 20 September 2019  |  23:33 WIB
Pertamina Simulasi Keadaan Darurat di Kilang RU V Balikpapan
Ilustrasi-Kilang Balikpapan. - Bisnis

Bisnis.com, BALIKPAPAN -- PT Pertamina (persero) menggelar simulasi keadaan darurat level 1 berupa ancaman bom di wilayah Kantor Besar RU V dan kebakaran oil catcher di wilayah Kilang RU V Balikpapan.

Keadaan darurat berlangsung sekitar 1,5 jam dimulai dari sirine bergelombang selama tiga menit, diakhiri sirine berulang secara terus-menerut selama 1 menit sebagai tanda berakhirnya simulasi.

Simulasi dilaksanakan guna meningkatkan keandalan dan kesigapan Pertamina menghadapi keadaan darurat.

Tidak hanya Pertamina RU V , kegiatan kali ini juga melibatkan beberapa pihak terkait yaitu Pertamina Marketing Operation Region VI, Pertamina Hulu Mahakam, aparat kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Direktur Lalu Lintas Kota Balikpapan.

”Kegiatan seperti ini penting sekali untuk melatih dan me-refresh kembali bagaimana prosedur penanganan saat keadaan darurat dan jika hal emergency terjadi semua pihak dapat dengan sigap melakukan penanganan,” ujar General Manager RU V Balikpapan Mulyono.,

Dalam skenario simulasi disebutkan ada salah satu kontraktor yang sakit hati karena kalah dalam tender. Sang kontraktor melakukan sabotase dan teror dengan memasukkan bom rakitan ke Kantor Besar RU V menggunakan tas ransel yang luput dari pemeriksaan petugas security. Pelaku keluar dari kantor bersar menuju arah Karang Anyar dan bom api (molotov) dilemparkan ke arah oil catcher Jl. 119 sehingga terjadinya kebakaran.

Selanjutnya, tim fire Pertamina langsung mengirimkan mobil pemadam kebakaran menuju lokasi terjadinya kebakaran (TSP 535 dan 515). Bersamaan dengan itu, ambulans standby dan security mengamankan lokasi kejadian serta melakukan penutupan jalan minyak dari pintu 5 hingga simpang Karang Anyar.

Belum padam api, ada pihak yang tidak dikenal mengatakan ada bom yang siap meledak di kantor besar RU V. Dua kejadian urgent itu mendorong RU V mendeklarasikan kondisi major emergency dan membunyikan sirine bergelombang. Evakuasi pekerja dan masyarakat sekitar RU V dilakukan oleh sekuriti. Dit Pamobvitnas Kaltim hingga tim gegana turun ke Kantor Besar RU melakukan pengamanan bom.

Simulasi dinyatakan selesai setelah api berhasil dipadamkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, kilang balikpapan

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top