Rumah Seni Nirmana Gelar Program Retjeh, Hadirkan Narasumber dari Bisnis.com

Tiga materi utama yang diberikan dalam diskusi ini adalah Passion Tak Kunjung Datang, Passion in Digital Life, serta How To Deal With Passion.
Rachmad Subiyanto
Rachmad Subiyanto - Bisnis.com 26 September 2019  |  10:50 WIB
Rumah Seni Nirmana Gelar Program Retjeh, Hadirkan Narasumber dari Bisnis.com
Rumah Seni Nirmana Gelar Program Retjeh, Hadirkan Narasumber dari Bisnis.com

Bisnis.com, BALIKPAPAN—Rumah Seni Nirmana menggelar diskusi bersama dalam Program Retjeh (Remeh tapi Ketjeh) bertemakan Passion #MenjagaKewarasan.

Founder Rumah Seni Nirmana Sophie Razak mengungkapkan program ini tak sekadar acara diskusi santai semata tetapi juga terdapat aksi dan sederetan narasumber berkompeten di dalamnya.

“Tentunya tanpa mendistorsi tujuan utama diskusi, yakni mengetahui pentingnya menemukan kembali kebahagiaan dalam hidup serta mengetahui potensi diri dan tantangan serta peluang karier di masa depan,” ujarnya dalam rilis yang diterima Bisnis.com, Kamis (26/9/2019).

Tiga materi utama yang diberikan dalam diskusi ini adalah Passion Tak Kunjung Datang, Passion in Digital Life, serta How To Deal With Passion. Retjeh juga dikemas dan dilengkapi dengan kegiatan bazaar dan workhop dan live performance dari sejumlah talent berbakat asal Balikpapan dan sekitarnya.

“Kami menghadirkan tiga narasumber utama yakni Aldio Pramudia G  sebagai Founder Muda Cuma Sekali,  Arnis Wigati  seorang Digital Marketeer di Bisnis.com dan Wahyu Triono sosok anak muda Balikpapan yang baru saja mendirikan rumah produksi Santai Seharian. 

Kegiatan dimulai sejak pukul 10.00 Wita sampai dengan pukul 22.00 Wita di Lamin Pohon Balikpapan. Retjeh juga terbuka untuk umum dan tidak disertai biaya tiket masuk alias gratis.

Sophie menambahkan Retjeh adalah gelanggang diskusi untuk siapa saja yang ingin berbagi ide atau gagasan yang sederhana. Dia mengatakan Rumah Seni Nirmana ingin kembali mengangkat budaya bercakap-cakap antar manusia dan manusia lainnya, tidak dengan tema bahasan yang muluk-muluk atau konsep besar yang alih-alih bertujuan untuk menyelamatkan dunia.  Namun, hanya duduk sejenak bersama, melupakan siapa dan bagaimana di luar sana, tapi siapa dan apa yang ada disekitar kita.

“Dari komunitas untuk komunitas. Salah satu upaya kami untuk terus meningkatkan minat dan geliat industri kreatif di Balikpapan adalah mendukung produk para desainer muda dengan konsep dan ide originalitas agar lebih kompetitif bersaing dengan produk nasional maupun internasional,” tegas Sophie.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
balikpapan

Editor : Rachmad Subiyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top