Situasi Penajam Paser Utara Sudah Kondusif

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mengkonfirmasi bahwa situasi setelah aksi massa berakhir dengan kondusif dan aparat yang berwenang menindaklanjuti sesuai dengan ketentuan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 19 Oktober 2019  |  20:17 WIB
Situasi Penajam Paser Utara Sudah Kondusif
Kabupaten Penajam Paser Utara - JIBI

Bisnis.com, BALIKPAPAN—Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mengkonfirmasi bahwa situasi setelah aksi massa berakhir dengan kondusif dan aparat yang berwenang menindaklanjuti sesuai dengan ketentuan.

Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud membenarkan adanya aksi demo menuntut keadilan terkait dengan pertikaian remaja yang berujung pada korban jiwa. Namun, lanjnutnya, para pelaku pertikaian sudah ditangkap oleh aparat kepolisian dan akan diproses berdasarkan ketentuan.

Dia menjelaskan lokasi Desa Toyu memang mengalami blank spot. Apalagi listrik juga baru masuk desa itu 1 bulan yang lalu. Dengan demikian, banyak terjadi simpang siur informasi yang tidak akurat. Dampaknya,l banyak isu liar yang berembus berasal dari media sosial.

Selain itu, berkaitan dengan aksi kebakaran di pelabuhan sekitar aksi massa, dia mengaku belum tahu penyebabnya. Namun, menurutnya, hal itu bukan karena aksi massa.

“Saya klarifikasi ini bukan kerusuhan. Kalau kerusuhan itu satu sama lain bentrok pukul-pukulan. Ini tidak satu tetes darah yang jatuh. Hanya kebakaran itu karena ramai dan berkumpul di situ mobil nggak bisa masuk. Sempat angin kencang namanya rumah kayu. Banyak terbakar. Tapi alhamdullilah Penajam kondusif,” jelasnya pada Sabtu (19/10/2019).

Bupati yang akrab dipanggil AGM bahkan telah memanggil sekjen nasional suku Dayak untuk mengklarifikasi agar isu tersebut jangan sampai digoreng dan berkembang liar. Mulai dari tokoh adat Dayak yang menyaksikan, kemudian suku Paser dan orang tua korban dan keluarga besarnya sudah menyaksikan dan menahan diri agar tidka terprovokasi.

“Saya langsung datang, orang tua [korban] sedih, menuntut keadilan, tetapi juga nggak mengharapkan ada aksi membabi buta. Semua damai. Ini hanya kesalahpahaman. Ada yang memanfaatkan situasi. Kaltim harus saling menjaga. Namun, memang kendala yang bisa dimanfaatkan itu ya karena blank spot,” paparnya.

AGM juga memastikan kerusakan akibat kebakaran akan memperoleh bantuan dari pemerintah. Dia berencana menata kembali perumahan tersebut.

Berdasarkan data yang diperoleh pihaknya, saat ini kebakaran itu melahap setidaknya 50 rumah dari sekitar 400 kepala keluarga di lokasi tersebut, serta satu sekolah harus dibangun kembali.

“Kamis masih sempurnakan datanya karena panik dan sempat mati lampu. Kami lihat dulu, kalau mereka warga di sana bisa ditata ulang dan dipindahkan ke daratan. Kami pindahkan seluruhnya. Kami mau bikin pelabuhan cantik di sana,” imbuhnya.

Namun, jika warga tidak mau dipindahkan dan masih ingin berada di sana, pembicaraan lebih lanjut harus dilakukan.

Rencananya, pemerintah daerah akan menganggarkan dana perbaikan tersebut dalam anggaran darurat. Pihaknya juga akan meminta bantuan dari Gubernur Kaltim.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kalimantan timur, penajam paser utara

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top