Bisnis Pegadaian di Wilayah IV Kalimantan Tumbuh di Atas Target

Kepala Departemen Bisnis dan Analisis Kanwil IV Kalimantan Eko Cahyanto mengatakan hingga Oktober realisasinya telah tumbuh 103% mencapai senilai Rp3,78 triliun dari target yang ditetapkan senilai Rp3,64 triliun.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 04 November 2019  |  00:59 WIB
Bisnis Pegadaian di Wilayah IV Kalimantan Tumbuh di Atas Target
Ilustrasi - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, BALIKPAPAN -- PT Pegadaian (Persero) Wilayah IV Kalimantan mengharapkan bisa melampaui target outstanding loan (piutang nasabah) yang ditetapkan tahun ini senilai Rp3,85 triliun.

Kepala Departemen Bisnis dan Analisis Kanwil IV Kalimantan Eko Cahyanto mengatakan hingga Oktober realisasinya telah tumbuh 103% mencapai senilai Rp3,78 triliun dari target yang ditetapkan senilai Rp3,64 triliun. Padahal tahun ini target yang dipatok senilai Rp3,64 triliun.

"Ada target lebih (exceed target) dari manajemen, ketika sudah melampaui. Menjadi 105%. Jadi setelah melampaui target tak berhenti tapi target ditambah," jelasnya Minggu (13/11/2019).

Berdasarkan data Kanwil IV yang membawahi pulau Kalimantan, pencapaian OSL itu masih disokong produk gadai dengan kontribusi telah mencapai 73% lebih. Perbaikan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur menjadi salah satu faktor besar pencapaian tersebut.

Selanjutnya disusul produk non gadai (mikro dan pembiayaan). Seperti kredit usaha jaminan BPKB Kreasi dan pembiayaan kendaraan bermotor yang dikenal dengan produk Amanah.

Kendati tren produk gadai masih mendominasi, tetapi porsinya mulai mengecil sejalan dengan variasi produk lainnya.

Menurutnya masyarakat mulai memanfaatkan produk yang tak haya terafiliasi dengan gadai.

"Ada pertumbuhan yang merata untuk setiap produk. Kami saat ini tak hanya mengembangkan gadai tetapi memperbesar pasar yang lain. Artinya nasih banyak pangsa pasar yang bisa diraih,"tekannya.

Ia mengatakan, saat ini semakin banyak masyarakat yang datang ke pegadaian untuk berinvestasi. Bukan hanya ketika saat membutuhkan dana saja.

Mereka, mulai tertarik dengan tabungan emas dan logam mulia. Tahun ini saja pendapatan dari tabungan emas mencatatkan nilai Rp183 miliar.

Jumlah itu berasal dari 275.000 gram nilai emas yang dimiliki oleh 200.000 rekening. Pihaknya pun kedepannya tertarik untuk menggarap potensi milenial dari sektor ini.

“Sosialisasi produk Pegadaian terus kami lakukan, termasuk pembiayaan Amanah, tabungan emas dan tabungan logam mulia yang paling potensial,”imbuhnya.

Adapun untuk realisasi pembiayaan kendaraan bermotor atau produk Amanah mencapai Rp319 miliar, dari target Rp276 miliar.

Pembiayaan ini disukai masyarakat karena memiliki persyaratan mudah, cepat realisasi, serta bunga yang lebih rendah dibandingkan produk pembiayaan lain.

Pegadaian optimistis bisa meningkatkan exceed dengan ceruk pasar yang masih besar. Pihaknya juga akan memanfaatkan kebijakan pemerintah memindahkan ibu kota negara di Kalimantan Timur untuk meraup lebih banyak pasar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pegadaian

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top