Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Listrik IKN : Tak Perlu Bangun Pembangkit Baru

PLN akan memasukkan kebutuhan listrik Ibu Kota Negara (IKN) dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) pada 2020.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 10 Desember 2019  |  18:00 WIB
Unit Pembangkit Listrik - Bisnis/Himawan L Nugraha
Unit Pembangkit Listrik - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, BALIKPAPAN – PT Perusahaan Listrik Negara (persero) akan memasukkan kebutuhan listrik Ibu Kota Negara (IKN) dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) pada 2020.

General Manager Unit Induk Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Sigit Witjaksono mengatakan, kebutuhan listrik IKN tidak masuk dalam program kerja PLN tahun ini karena keputusan pemindahan ibu kota baru diputuskan pada Agustus 2019.

“Kebutuhan listrik IKN akan dimasukkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2020. RUPTL sudah dibuat pada tahun sebelumnya. Tentu nanti akan dimasukkan tahun 2020 untuk kebutuhan IKN,”jelasnya Selasa (10/12/2019).

Dalam upaya memenuhi kebutuhan listrik IKN, PLN pun menegaskan tak perlu membangun pembangkit baru tetapi dapat dipasok dari sistem intekoneksi yang saat ini sedang dilakukan di Kalimantan.

UIW Kaltimtara akan menyiapkan tambahan daya 190 Mega Volt Ampere (MVA) untuk menyuplai kebutuhan setrum gedung-gedung pemerintahan di Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Tambahan daya sebesar itu, disiapkan hingga pada 2024. Besaran angka tersebut juga diperoleh dari penghitungan daya listrik gedung-gedung pemerintahan yang telah berdiri di Jakarta.

Namun, secara pasti untuk seluruh proyek IKN, PLN belum menghitung besaran permintaan listrik. Sejauh ini, PLN membuat rencananya berdasarkan konsep-konsep yang sudah muncul dalam rapat dengan Bappenas.

“Misalnya saja tahap pertama sampai 2024 itu, apa saja (gedung) yang akan dibangun,”jelas Sigit.

Sigit menjelaskan, kondisi kelistrikan saat ini telah surplus sebesar 200 Mega Watt (MW). Dan rencananya tahun 2020 akan ada tambahan 400 MW dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap sebesar 2X100 MW di Bontang dan Tenggarong sebesar 2X2X100 MW.

“Kondisi kita saat ini sudah surplus, kemampuan kapasitas kita sudah mencapai 1400 Mega Watt dalam sistem interkoneksi kalimantan, ketika beban puncak kita surplus hingga 200 Mega Watt,” ungkapnya.

PLN lanjutnya juga masih memiliki sekitar 50 pembangkit di luar sistem interkoneksi kalimantan untuk memasok kebutuhan listrik di beberapa wilayah yang masih terisolasi.

Selain itu, untuk mendukung konsep green city, tidak akan ada pembangunan  pembangkit untuk wilayah IKN, karena  kalau pembangkit bisa menimbulkan polusi di wilayah sekitarnya.

Sigit menjelaskan pihaknya juga tengah memaksimalkan penggunaan biodisel pada sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

“Saat ini kami menggunakan bahan B20 dan akan ditingkatkan menggunakan B50, sehingga dapat mengurangi penggunaan energi fosil,” ujarnya.

PLN juga akan melakukan kerjasama dengan sejumlah perusahaan sawit dalam memanfaatkan penggunaan cangkang sawit sebagai bahan bakar pembangkit listrik hingga membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya di wilayah yang berada di pedalaman dan terisolir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembangkit listrik IKN
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top