Ini Cara Bank Indonesia Kendalikan Inflasi Balikpapan

Bank Indonesia Balikpapan merekomendasikan beberapa langkah kepada pemerintah kota untuk mengendalikan inflasi. Tahun lalu, inflasi berada pada angka 3,5 persen dan tahun ini ditargetkan jadi 3 persen.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 15 Januari 2020  |  16:47 WIB
Ini Cara Bank Indonesia Kendalikan Inflasi Balikpapan
Menjelang Natal dan pergantian tahun, harga bahan pokok di pasar tradisional di Balikpapan mulai naik. - Bisnis.com/Fariz Fadhillah

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Bank Indonesia Balikpapan merekomendasikan beberapa langkah kepada pemerintah kota untuk mengendalikan inflasi. Tahun lalu, inflasi berada pada angka 3,5 persen dan tahun ini ditargetkan jadi 3 persen.

Kepala Perwakilan Bank (BI) Indonesia Balikpapan Bimo Epyanto mengatakan bahwa sangat sedikit lahan pertanian yang tersedia di Balikpapan. Oleh karena itu, hampir 100 persen kebutuhan pokok berasal dari luar daerah.

Hal ini membuat harga-harga Balikpapan sangat bergantung dari kondisi eksternal. Apabila terjadi gejolak harga dari distributor atau bencana alam maka akan menghambat pasokan yang tentunya berdampak pada kenaikan harga barang.

BI menyarankan agar ada mekanisme perdagangan yang efisien. Bimo mencontohkan Balikpapan bisa melakukan perjanjian bekerja sama dengan pemerintah daerah lain dalam menyuplai kebutuhan pokok.

“Dengan ada perjanjian tadi, harapannya ada keterkaitannya antara Balikpapan dengan daerah lain. Dalam tanda kutip ada kewajiban pasokan,” katanya saat ditemui di kantornya, Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (15/1/2020).

Bimo menjelaskan bahwa masyarakat juga harus bisa memanfaatkan lahan kosong yang ada di sekitar kediamannya untuk dijadikan pertanian kecil, seperti hidroponik. Tentu pemerintah Balikpapan juga harus mendukung kegiatan tersebut.

Pertanian perkotaan setidaknya bisa mengurangi ketergantungan warga terhadap kesediaan bahan pokok di pasar. Dengan begitu, swasembada pangan bisa tercipta.

Pasar induk juga penting bagi Balikpapan. Arus lalu lintas barang mulai dari kualitas hingga harga bisa terpantau.

Petani bisa menjual hasil panennya di sini dengan harga tinggi. Sementara itu yang membeli barang tersebut adalah pedagang pasar tradisional.

“Sehingga harganya lebih efisien. Kan yang di middle [perantara] ini dipotong. Jadi harapannya harga lebih rendah dan stabil,” jelas Bimo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
balikpapan, bank indonesia

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top