Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Serapan Juru Las di Balikpapan Masih Besar

Kepala Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Balikpapan, Suhartono mengatakan bahwa sebanyak 96 pengampu pendidikan vokasi yang terdiri atas 6 paket bahkan masih kurang.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 25 Februari 2020  |  18:42 WIB
Ilustrasi - Reuters
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Serapan peserta Balai Latihan Kerja Industri juru las di Balikpapan, Kalimantan Timur masih besar. Seluruh peserta yang ada habis ditempatkan di perusahaan.

Kepala Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Balikpapan, Suhartono mengatakan bahwa sebanyak 96 pengampu pendidikan vokasi yang terdiri atas 6 paket bahkan masih kurang.

"Sebanyak 96 peserta itu terserap habis sebelum akhir tahun. Lalu jelang akhir tahun saya diminta lagi 11 orang tapi tidak sanggup karena habis," katanya usai membuka Pelatihan Berbasis Kompetisi di Balikpapan, Selasa (25/2/2020).

Suhartono menjelaskan bahwa dalam memberikan pelatihan, instansinya selalu mengidentifikasi dan evaluasi apa yang dibutuhkan di dunia usaha. BLKI juga melakukan monitor di tempat magang peserta.

"Misalnya pelatihan mesin bubut di sebuah perusahaan. Nah, kita datangi menyamakan materi pelatihannya. Sudah cukup atau belum. Itu kemudian disusun dalam program," jelasnya.

Sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan mencatat jumlah angkatan kerja di Kota Beruang Madu pada Agustus 2019 mencapai 319.774 orang. Jumlah ini meningkat sebanyak 9.985 orang dibanding angkatan kerja Agustus 2018 sebesar 309.789 orang.

Kepala BPS Balikpapan, Achmad Zaini mengatakan bahwa jumlah penduduk yang bekerja di Balikpapan pada Agustus 2019 mencapai 300.974 orang atau meningkat sebanyak 20.677 orang dibanding tahun lalu sebanyak 280 297 orang.

"Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Balikpapan Agustus 2019 mencapai 7,29 persen atau sebanyak 18.800 orang. Mengalami penurunan dibanding TPT Agustus 2018 yakni sebesar 9,52 persen sebanyak 29.491 orang," katanya.

Achmad menjelaskan bahwa para pekerja pada kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan yaitu sebesar 3,27 persen. Berikutnya adalah kategori perdagangan besar dan eceran; reparasi serta perawatan mobil dan sepeda motor sebesar 23,58 persen. Kegiatan di kategori jasa-jasa sebesar 73,15 persen

"Selama kurun waktu tersebut, secara umum terlihat bahwa produktivitas total tenaga kerja mengalami tren meningkat. Produktivitas pada tahun 2015 mencapai 279,66 juta per orang per tahun, kemudian meningkat cukup signifikan di tahun 2017 mencapai 325,07 juta per orang per tahun. Pada tahun 2018 menjadi 339,5 juta per orang per tahun, dan tahun 2019 menjadi Rp 337,39 juta," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tukang las
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top