Pemprov Kaltara Antisipasi Virus Corona dari TKI Deportasi

RS rujukan juga ditambah untuk mengantisipasi kemungkinan penularan Covid-19 sebagai dampak deportasi TKI dari Tawau, Sabah, Malaysia.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 25 Maret 2020  |  05:32 WIB
Pemprov Kaltara Antisipasi Virus Corona dari TKI Deportasi
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie - Bisnis//Eldwin Sangga

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo agar pemerintah daerah merealokasi APBD untuk penanggulangan pandemi virus corona atau Covid-19.

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie menjelaskan bahwa seluruh anggaran realokasi tersebut akan diperuntukkan buat Dinas Kesehatan Kaltara. Nantinya, anggaran dipakai untuk pengadaan alat pendeteksi suhu tubuh, tempat cuci tangan, disinfektan, obat-obatan, hingga alat pelindung diri (APD).

“Saya memberikan persetujuan tertulis realokasi APBD 2020 sesuai arahan Presiden dan Mendagri,” katanya di laman resmi Pemprov Kaltara, Selasa (24/3/2020).

Selain realokasi APBD 2020, Irianto juga akan menggeser dana alokasi khusus (DAK) fisik yang diterima Kaltara dari pemerintah pusat. Peruntukannya adalah penambahan kamar isolasi rumah sakit (RS) rujukan, melengkapi kebutuhan RS rujukan tambahan, dan pengadaan peralatan serta tenaga medis.

“Kalau dikumpulkan, ada sekitar puluhan miliar rupiah DAK fisik yang dapat direalokasikan,” ujar Irianto.

Di Kaltara, RSUD Tarakan merupakan RS rujukan isolasi pasien infeksi Covid-19. Ruang isolasi akan ditambah dari sebelumnya hanya empat kamar.

Sementara itu, RSUD Nunukan disiapkan sebagai RS rujukan tambahan. RS rujukan ditambah untuk mengantisipasi kemungkinan penularan Covid-19 sebagai dampak deportasi TKI dari Tawau, Sabah, Malaysia.

Sampai hari ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 belum melaporkan data kasus positif virus corona di Kaltara. Sebaliknya, empat provinsi di Pulau Borneo telah mencatatkan infeksi Covid-19.

Di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, pemerintah setempat mengalokasikan anggaran Rp5 miliar untuk Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. Anggaran masih dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan.

“Alokasi ini untuk pengadaan alat dan sebagainya,” kata Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan di situs resmi Pemkot Bengkulu, Selasa.

Strategi pencegahan Covid-19 lainnya adalah penjagaan ketat tiga pintu masuk jalur darat Kota Bengkulu. Penjagaan dilakukan secara bertahap sesuai dengan prosedur dari Kepolisian Resor Kota Bengkulu.

“Jika ada yang datang dari daerah zona merah Covid-19 akan ada perlakuan khusus agar penyebaran virus ini dapat dipantau perkembangannya,” ujar Helmi.

Hingga hari ini, Bengkulu belum mencatatkan kasus positif Covid-19. Namun, virus corona telah hinggap di provinsi tetangga Sumatra Selatan, Lampung, dan Jambi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kaltara, Virus Corona, TKI

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top