Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Balikpapan Zona Merah, Wali Kota Wacanakan Larangan Mudik Maupun Transit

Penetapan Balikpapan sebagai zona merah pandemi Covid-19 membuat pemerintah setempat mewacanakan larangan mudik dan transit.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 22 April 2020  |  14:53 WIB
Ilustrasi-Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur. - BUMN.go.id
Ilustrasi-Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur. - BUMN.go.id

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Penetapan Balikpapan sebagai zona merah pandemi Covid-19 membuat pemerintah setempat mewacanakan larangan mudik dan transit.

Penderita positif Covid-19 di Balikpapan melalui transmisi lokal atau tanpa riwayat perjalanan dan kontak erat dengan penderita berjumlah 6 orang. Total kasus positif berjumlah 23 orang, satu di antaranya meninggal dunia.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan ditemukannya transmisi lokal membuat Kota Minyak itu ditetapkan berada dalam status zona merah.

“Oleh karena itu, berdasarkan pengumuman Menteri Perhubungan yang terakhir, maka Pemerintah Kota Balikpapan akan mengirim surat kepada Gubernur [Kalimantan Timur] dan Menteri Perhubungan, kita masuk daerah yang tidak ikut arus mudik,” kata Rizal di Kantor Wali Kota, Rabu (22/4/2020).

Rizal menjelaskan pihaknya akan meminta dan menunggu petunjuk apakah akan menutup dua moda transportasi, yaitu darat atau udara.

“Karena kita merupakan zona merah juga, jadi kita berhak untuk mengajukan larangan mudik di Balikpapan. Terutama untuk tempat transit,” jelasnya.

Rizal menuturkan saat ini Balikpapan lebih banyak dilalui orang. Apalagi banyak pekerja yang berasal dari luar Balikpapan.

“Kelanjutan PSBB atau pembatasan sosial berskala besar masih kita lihat. Yang pasti kita minta untuk Balikpapan tidak dijadikan tempat transit bagi para pemudik,” ucapnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo melarang kegiatan mudik dilakukan oleh seluruh masyarakat Indonesia pada tahun ini.

Beberapa waktu lalu Presiden juga telah menyampaikan larangan serupa kepada aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, dan pegawai BUMN.

“Saya ingin ambil keputusan, setelah larangan mudik bagi ASN sudah kita lakukan, pada minggu lalu, pada rapat hari ini saya ingin menyampaikan mudik semuanya akan dilarang,” kata Presiden saat membuka rapat terbatas mengenai pembahasan antisipasi mudik melalui video conference, Selasa (21/4/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

balikpapan Virus Corona
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top