Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kota Samarinda Kembali Dikepung Banjir di Malam Takbiran

Wilayah kota Samarinda, Kalimantan Timur kembali di kepung banjir pada malam Lebaran, akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari belakangan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Mei 2020  |  22:41 WIB
Ilustrasi/Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Ilustrasi/Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Wilayah kota Samarinda, Kalimantan Timur kembali di kepung banjir  pada malam Lebaran, akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari belakangan.

Sejumlah ruas jalan serta pemukiman warga di Ibu kota Provinsi Kaltim tersebut digenangi luapan air, dan kondisi terparah terjadi di kawasan Kecamatan Samarinda Utara, yang sempat melumpuhkan akses jalan menuju Bandara APT Pranoto Samarinda sejak Jumat (22/5).

Saat ini genangan meluas di sejumlah titik langganan banjir, seperti di Jalan dr Sutomo, Jalan Pangeran Antasari dan kawasan simpang Sempaja Samarinda.

"Tadi pagi genangan air hanya sebatas mata kaki, tapi saat ini ketinggian air sudah mencapai lutut orang dewasa," kata Sudarno warga Sutomo yang ditemui Sabtu (23/5/2020) malam.

Di lokasi tersebut terdapat Masjid yang sebagian halamannya juga ikut terendam banjir, namun terlihat masih ada aktifitas panitia pembagian zakat dan masyarakat yang mengumandangkan takbir.

Sejumlah warga juga mulai memindahkan barang, karena khawatir air akan masuk ke rumah warga.

"Persiapan saja, karena lebaran tahun lalu rumah kami terendam, dan banyak barang yang rusak, makanya kami siap- siap pindahkan barang," kata Marzuki warga di lokasi yang sama.

Sementara itu, Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kota Samarinda, Riza Alfian Noor memperkirakan hujan masih akan terjadi pada periode 23 hingga 25 Mei mendatang.

“Kami prediksinya musim kemarau paling cepat datang akhir Juni. Itu daerah Kaltim bagian utara. Untuk Samarinda diprediksi di akhir Juli baru kemarau. Artinya warga masih harus tetap waspada ancaman banjir,” ujar Riza.

Riza menjelaskan, masih tingginya curah hujan karena pola karakteristik pada masa transisi menimbulkan anomali cuaca. Di mana dalam periode yang relatif pendek, cuaca berubah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top