Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 Paksa Balikpapan Menyampingkan Program yang Telah Disusun

Langkah yang paling mungkin adalah merevisi target pencapaian.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  17:42 WIB
Balikpapan. - Ilustrasi
Balikpapan. - Ilustrasi

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Pandemi Covid-19 atau virus Corona harus membuat Pemerintah Kota Balikpapan mengesampingkan target yang telah disusun. Termasuk pada rencana pembangunan jangka menengah daerah atau RPJMD 2016-2021.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan bahwa jajarannya tidak akan lagi ngotot untuk menuntaskan RPJMD yang telah dibuat. “Karena tahun depan arahnya yang diberikan pemerintah pusat adalah recovery ekonomi. Jadi capaian RPJMD mungkin sampai 2020,” katanya saat ditemui di Kantor Wali Kota, Kamis (28/5/2020).

Rizal menjelaskan bahwa karena pada 2021 pengerjaan tidak akan maksimal, maka yang paling mungkin adalah merevisi target pencapaian.

“Makanya nanti akan ada penggarisan dari Mendagri [Menteri Dalam Negeri] bagaimana tata penilaiannya. Tentu tidak normal. Tahun ini juga pencapaian RPJMD tidak maksimal karena anggarannya digunakan untuk direfokusing Covid-19,” jelasnya.

Secara umum ada lima arahan strategis RPJMD 2016-2021 Balikpapan. Pertama adalah meningkatkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing.

Kedua mewujudkan kota layak huni yang berwawasan lingkungan. Selanjutnya meningkatkan infrastruktur kota yang representatif. Keempat membangun ekonomi kerakyatan yang kreatif. Terakhir mewujudkan penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang baik.

Semuanya harus mencapai target 60 persen hingga 2019. Evaluasi keseluruhan sampai akhir tahun lalu sebesar 71,84 persen. Misi pertama didapat 72,73 persen atau melampaui yang ditetapkan.

Untuk tujuan kota layak huni telah terwujud 69,57 persen atau melebihi target. Misi ketiga tidak tercapai, yaitu 50 persen.

Penyebabnya belum tercapainya target adalah dipengaruhi program yang belum tercapai secara optimal pada indikator indeks aksesibilitas kawasan perkotaan, pembangunan koridor SAUM [sarana angkutan umum massal] belum terlaksana dengan baik, dan penyediaan area rambu lalu lintas juga tak optimal.

Lalu juga masyarakat kurang sadar dalam melakukan uji kendaraan bermotor, kualitas gedung pemerintah belum representatif, dan masih ada perangkat daerah belum punya kantor.

Misi keempat tercapai dengan bersaran 78,57 persen. Yang terakhir juga melewati target, yaitu 77,87 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim balikpapan
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top