Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Baju Murah, Tahan Laju Inflasi di Balikpapan

Bank Indonesia Balikpapan menyebutkan inflasi Mei 2020 tercatat lebih tinggi karena pemerintah telah membolehkan maskapai terbang meski dengan syarat ketat.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  20:44 WIB
Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur. - BUMN.go.id
Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur. - BUMN.go.id

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Balikpapan mencatat anjloknya harga pakaian dan alas kaki menjadi penahan laju kenaikan inflasi di wilayah itu.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan Bimo Epyanto mengatakan kelompok harga pakaian ini mencatatkan deflasi sebesar 0,02 persen month to month (m-t-m). Faktor pendorong inflasi berasal dari penurunan harga baju dalam wanita dan baju anak.

Secara keseluruhan, inflasi di Kota Balikpapan tercatat sebesar 0,31 persen pada Mei. Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu 0,02 persen. Dengan capaian ini maka secara tahunan (year-on-year/y-o-y), inflasi Balikpapan menjadi 1,35 persen.

Bank Indonesia memperkirakan mulanya inflasi di wilayah ini sebesar 3 persen plus minus 1.

“Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi pada bulan laporan didorong oleh peningkatan harga kelompok transportasi dengan andil 0,13 persen yang berasal dari peningkatan tarif angkutan udara seiring dengan mulai dibukanya penerbangan angkutan udara oleh pemerintah,” kata Bimo, Selasa (2/6/2020).

Bimo menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,10 persen. Penyebabnya adalah kenaikan harga beberapa komoditas bahan makanan seperti bawang merah, daging ayam ras, dan jagung manis.

Kenaikan harga beberapa komoditas bahan makanan tersebut didorong oleh peningkatan permintaan menjelang Lebaran.

“Kelompok komoditas lainnya yang menyumbang inflasi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,05 persen yang dipicu kenaikan harga emas perhiasan melanjutkan tren kenaikan dalam 4 bulan terakhir,” jelasnya.

Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan juga mengalami kenaikan 0,04 persen yang berasal dari penyesuaian tarif telepon seluler.

“Ke depan, terdapat beberapa faktor yang diperkirakan masih akan memberi tekanan inflasi, diantaranya gangguan produksi seiring dengan cuaca yang belum kondusif di daerah pemasok, kenaikan tarif transportasi seiring dengan pemberlakuan kebijakan new normal yang mengurangi pembatasan pergerakan penduduk, dan potensi berlanjutnya peningkatan harga emas dunia,” ucap Bimo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi balikpapan
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top