Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anggaran Minim, Balikpapan Akui Tak Sanggup Gelar Pilkada

Pemerintah Kota Balikpapan tidak mungkin lagi mengucurkan dana tambahan untuk pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan tahun ini karena anggaran yang minim.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 15 Juni 2020  |  20:56 WIB
Ilustrasi tenaga relawan yang menunjukkan surat suara pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Rabu (13/6) - Antara
Ilustrasi tenaga relawan yang menunjukkan surat suara pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Rabu (13/6) - Antara

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan tidak mungkin lagi mengucurkan dana tambahan untuk pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan tahun ini di tengah pandemi Covid-19. Anggaran ditambah karena pesta demokrasi harus mengikuti protokol kesehatan.

Selain anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang terpotong Rp136 miliar dari total Rp2,7 triliun untuk pandemi, pendapatan dari provinsi dan pusat juga dipangkas. Total dana yang berkurang dari dana bagi hasil dan bantuan sebesar Rp250 miliar.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan bahwa dengan minimnya anggaran yang ada saat ini, dia tidak mungkin mengucurkan tambahan dana untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan sebagai penyelenggara pemilu.

Hampir semua daerah yang melaksanakan pemilu mengalami hal serupa. Oleh karena itu, jalan satu-satunya adalah dengan meminta bantuan dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

“Waktu itu Mendagri [Menteri Dalam Negeri] meminta agar dilihat dari sisa-sisa anggaran. Sampai saat ini kita belum ada gambaran ada sisa atau tidak,” katanya saat ditemui di Kantor Wali Kota, Senin (15/6/2020).

Sebelumnya, anggaran pemilu untuk di Balikpapan sudah disepakati sebesar Rp53,9 miliar. Karena harus memenuhi protokol kesehatan saat pemungutan suara, ada biaya tambahan.

Pemerintah Daerah tidak menyanggupi mengucurkan dana untuk keperluan itu sehingga harus dilakukan optimalisasi anggaran. Kegiatan sosialisasi dan yang berhubungan dengan mengumpulkan massa bisa dihilangkan, didapat Rp8,5 miliar.

Dana optimalisasi tersebut dikurang Rp6 miliar untuk honor penyelenggara ad-hoc yang naik. Tersisa Rp2,5 miliar. Padahal, untuk memenuhi standar protokol kesehatan dibutuhkan Rp16 miliar.

Rizal menjelaskan bahwa akan berbicara dengan kepala daerah lain apakah mungkin untuk mengajukan waktu pilkada untuk memenuhi kekurangan tersebut.

“Kita kan sepakat [pemilu dilakukan tahun ini] sepanjang biaya tambahan ini dari APBN. Nah, kalau nanti kesulitan pembiayaan, kita belum tahu,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

balikpapan pilkada
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top