Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penduduk Miskin di Kalimantan Timur 6,10 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur (BPS Kaltim) Anggoro Dwitjahyono mengatakan bahwa jumlah warga tidak mampu di pedesaan lebih besar dibandingkan perkotaan.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  14:42 WIB
Ilustrasi warga miskin. - Antara
Ilustrasi warga miskin. - Antara

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Penduduk miskin di Kalimantan Timur (Kaltim) pada Maret 2020 sebanyak 6,10 persen. Angka tersebut naik 0,19 persen dibandingkan September 2019 sebesar 5,91 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur (BPS Kaltim) Anggoro Dwitjahyono mengatakan bahwa jumlah warga tidak mampu di pedesaan lebih besar dibandingkan perkotaan. September lalu, di kota sebesar 4,29 persen dan desa 9,26 persen. Setengah tahun kemudian naik menjadi 4,45 persen (kota) dan 9,51 persen (desa).

Sedangkan, dari sisi jumlah, warga miskin kota pada September sebanyak 108.000 dan desa 112.750 jiwa. Maret naik menjadi 113.270 (kota) dan 116.990 (desa).

“Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan dan perdesaan mengalami kenaikan baik secara persentase maupun absolut,” katanya melalui konferensi virtual, Rabu (15/7/2020).

Anggoro menjelaskan bahwa selama 6 bulan tersebut, garis kemiskinan naik sebesar 3,70 persen dari Rp638.690 menjadi Rp662.302 per kapita per bulan. Komoditas makanan berperan paling besar, yaitu menyumbang 70,03 persen pada garis kemiskinan.

Jika dirinci, komoditas makanan, beras dan rokok merupakan tiga besar kontributor pengaruh kemiskinan. Di kota, masing-masing menyumbang 24,06 persen, 17,96 persen, dan 6,98 persen. Sementara desa 24,82 persen, 22,13 persen, dan 6,54 persen.

Untuk nonmakanan, perumahan, listrik, dan bensin adalah sektor yang memberikan andil besar dari garis kemiskinan. Di kota, ketiganya secara berturut-turut memberikan andil 35,92 persen, 12,63 persen, dan 11,22 persen. Sedangkan di desa sebesar 43,33 persen, 11,54 persen, dan 10,34 persen.

“Sementara tingkat ketimpangan di Kaltim berada di kategori tingkat rendah. Pada maret 2020, gini ratio tercatat sebesar 0,328. Turun sebesar 0,007 dibandingkan September 2019 sebesar 0,335,” jelas Anggoro.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim kemiskinan
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top