Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kaltim Hindari Klaster Sekolah, Kelas Tatap Muka Belum Diizinkan

Para kepala sekolah di Kaltim diingatkan untuk tidak melaksanakan pertemuan tatap muka di sekolah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  06:16 WIB
Dokter patologi klinik menunjukkan cara kerja alat Polymerase Chain Reaction (PCR) - Antara/Umarul Faruq
Dokter patologi klinik menunjukkan cara kerja alat Polymerase Chain Reaction (PCR) - Antara/Umarul Faruq

Bisnis.com, SAMARINDA -  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur berupaya menghindari terjadinya klaster penularan Covid-19 di sekolah.

Untuk itu, sekolah-sekolah di wilayah Kaltim hingga saat ini diminta untuk tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Semua kepala sekolah disemua jejang diingatkan agar tidak melakukan kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka antar pelajar dan guru maupun sesama guru terkait meningkatnya kasus Covid-19 di wilayah setempat.

Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Anwar Sanusi di Samarinda, Senin (24/8/2020) mengatakan sejauh ini pihaknya masih menerapkan petunjuk proses belajar dari rumah untuk semua siswa.

Semua aktivitas dan kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah tidak dibenarkan.

"Apalagi melakukan kegiatan di luar kedinasan atau bukan program dari Disdikbud," ucapnya.

Pemerintah Provinsi Kaltim pun, lanjut Anwar Sanusi, hingga saat ini masih memberlakukan aturan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah.

"Jika ada yang sengaja melakukan pertemuan, tentu hal itu bukan seizin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Karena, kami sudah dari awal menegaskan tidak ada tatap muka," ujarnya.

Anwar mengatakan hingga saat ini belum ada laporan masyarakat terkait sekolah yang melakukan tatap muka dengan siswa. Jika ada, maka secara tegas Disdikbud Kaltim akan menegur sekolah dan pimpinannya.

Karena itu, sampai batas waktu yang belum ditentukan, pemberlakuan WFH maupun WFO tetap wajib dilaksanakan.

"Kita tidak ingin ada klaster sekolah. Akibatnya meresahkan warga. Bukan malah meningkatkan kualitas pendidikan, malah berdampak tidak baik bagi masyarakat dan orang tua siswa," tegasnya.

Apalagi, ujarnya, jika ada sekolah yang melakukan pertemuan secara diam-diam di salah satu hotel atau restoran maupun rumah makan. Tentu hal itu sangat membahayakan bagi guru dan siswa sekolah tersebut.

"Sebaiknya, mari bersama-sama menjaga keselamatan dan kesehatan. Sehingga, masa pandemi ini cepat berakhir," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kalimantan timur covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top