Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Disnakertrans Kaltim Data Pekerja Terdampak Covid-19

Beberapa kabupaten/kota hingga kini masih belum memberikan data terkait jumlah PHK di wilayahnya masing-masing.
Muhammad Mutawallie Sya'rawie
Muhammad Mutawallie Sya'rawie - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  20:22 WIB
Disnakertrans Kaltim Data Pekerja Terdampak Covid-19
Ilustrasi. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, SAMARINDA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalimantan Timur telah mengumpulkan data para pekerja yang berdampak pada pandemi Covid-19.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kaltim Pembinaan Hubungan Industrial Daeng Usman menyatakan berdasarkan data bulan Juli yang diterima jumlah tenaga kerja yang dirumahkan 8.504 orang berasal dari 220 perusahaan di Kaltim. Sedangkan tenaga kerja mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 1.943 orang dari 118 perusahaan.

“Sementara data yang kami terima itu. Data nya sendiri sudah kami kirim ke pusat,” katanya, Senin (5/10/2020).

Namun, beberapa kabupaten/kota hingga kini masih belum memberikan data terkait jumlah PHK di wilayahnya masing-masing. Ada beberapa kemungkinan sehingga Pemerintah Kabupaten/Kota belum juga memberikan data tersebut.

“Pertama, pihak perusahaan tidak melapor pada Pemerintah Kab/Kota. Kedua, gelombang PHK tidak ada lagi. Ketiga, pihak kabupaten kota belum efektif,” katanya.

Usman juga menjelaskan bahwa gelombang PHK tersebut paling banyak terjadi antara bulan Maret hingga Juni.

Kendati demikian, ia juga tidak memungkiri bahwa ada PHK yang terjadi namun dalam jumlah perorangan saja. Oleh karena itu, pihaknya terus mengimbau kepada pemerintah kabupaten/kota untuk dapat melaporkan data-data tersebut

Karyawan yang telah mendapat kartu prakerja dari Kementerian Tenaga Kerja sendiri tercatat sebanyak 11.179 orang yang terdiri dari beberapa sektor.

Daerah yang mendapatkan kartu prakerja sendiri paling banyak adalah Kota Balikpapan sebanyak 3.709 orang dari sektor perhotelan, jasa, dan kuliner. Kemudian disusul oleh Samarinda dengan 3.613 orang dari sektor perhotelan, jasa dan perkayuan. Dan penerima kartu prakerja paling kecil terjadi di daerah Mahakam Ulu yaitu sebanyak 3 orang.

Sementara itu, total pekerja yang dirumahkan dan PHK terjadi paling banyak di Kota Balikpapan sebanyak 6789 orang, disusul Kabupaten Kutai Kartanegara 1831 orang dan terdapat dua daerah yang jumlah nya nol yaitu Penajam Paser Utara dan Mahakam Ulu.

Kartu prakerja untuk provinsi Kaltim sendiri telah memasuki tahap gelombang ketiga. Yang mana untuk 10 Kabupaten/Kota telah mendapatkan 2756 dari gelombang pertama, 4.726 pada gelombang kedua, dan sebanyak 3715 pada gelombang ketiga.

Selain itu, Disnakertrans Kaltim juga menyatakan telah melayangkan surat kepada Kemenaker dan Kemenko Perekonomian terkait dengan kartu prakerja ini. “Kemarin sudah bersurat kepada Kemenaker dan Kemenko Perekonomian,” paparnya

Usman juga mengatakan bahwa Kemnaker yang memverifikasi data terkait kartu prakerja yang kemudian dikoordinasikan dengan Kemenko Perekonomian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim kartu prakerja
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top