Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Didin Hamid, Menjalankan Bisnis Kopi Meski Awalnya Bukan Pecinta Kopi

Keberaniannya itu didasari dengan riset pasar yang menjadi modal sebelum menjalankan bisnis tersebut.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 10 Februari 2021  |  11:00 WIB
Warung Kopi Nusantara Balikpapan. - JIBI/M. Mutawallie Sya\'rawie
Warung Kopi Nusantara Balikpapan. - JIBI/M. Mutawallie Sya\\\'rawie

Bisnis.com, BALIKPAPAN—Meskipun sebelumnya bukan pecinta kopi atau pernah berbisnis kopi, Didin Hamid berani menjalankan bisnis kopi hingga menjadi satu-satunya eksportir terdaftar kopi di Kalimantan. Keberaniannya itu didasari dengan riset pasar yang menjadi modal sebelum menjalankan bisnis tersebut.

Didin Hamid merupakan pemilik UD Deli Koffie Indonesia dan Warung Kopi Nusantara di Balikpapan. Pria kelahiran Sumbawa ini mengaku menjalankan studi kelayakan bisnis terlebih dahulu mengenai bisnis kopi dengan dibantu oleh salah seorang temannya.

Dengan melakukan riset berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia, Didin akhirnya memutuskan untuk yakin berbisnis sebagai UMKM di Balikpapan. “Saat itu [2016], belum banyak warung kopi di Balikpapan. Pertimbangan awalnya adalah kopi ini tidak perlu banyak tenaga kerja bisa langsung jalan,” ujarnya baru – baru ini.

Dia pun memanfaatkan barang yang ia miliki sebagai ornamen untuk warung kopinya untuk meminimalisasi biaya investasi. Selain itu, Didin juga tidak menyebut warungnya sebagai kafe agar dapat menyasar semua kalangan.

“Ini menyasar semua kalangan, jadi [masyarakat] yang bawah bisa masuk, yang atas bisa turun, ga ada yang dirugikan,” tuturnya.

Pemberian nama Nusantara pun ia ambil karena selama mempelajari proses pengolahan kopi hingga penyeduhan itu dilakukannya dengan bepergian langsung ke daerah di Nusantara.

Pada saat penyajian pun tidak kalah uniknya, Warung Kopi Nusantara juga menyediakan berbagai menu yang menarik seperti kopi gula merah, kopi telur, kopi gula batu yang dilengkapi dengan makanan khas tempo dulu seperti bakpia dan kue sagu.

Adapula tiga pilihan es batu seperti es batu kopi, es batu putih dan es batu coklat yang membuat sensasi minum es kopi tidak kehilangan rasa bahkan di saat es batu mencair.

Salah satu jenis kopi yang ada di Warung Kopi Nusantara./JIBI-M. Mutawallie Sya'rawie

Sementara itu, dengan modal awal Rp300 juta, saat ini Didin dapat melayani pelanggan hingga ratusan orang per hari. Selain itu, dia juga menjual varian biji kopi dari harga mulai Rp150.000 hingga Rp2,4 juta per kilogram yang diolah dari jenis biji kopi Arabika dan Robusta. Didin juga mengakui bisnis yang diresmikan pada 2 Januari 2017 ini masih berproduksi sedikit. Namun, dia sempat menjual produknya ke Dubai, Uni Emirat Arab serta terus menjalin relasi bisnis dengan beberapa kandidat pembeli dari Perancis dan Belanda.

Didin mengungkapkan modal awal untuk membangun bisnis ini senilai Rp300 juta. Saat ini, selain menjual kopi seduh, dirinya juga menjual biji kopi bahkan hingga merambah pasar ekspor. “Kami sudah menjual produk kopi ke Dubai, Uni Emirat Arab serta terus menjalin relasi bisnis dengan beberapa kandidat pembeli dari Prancis dan Belanda,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kopi
Editor : Rachmad Subiyanto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top