Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bappeda Kaltim: IPM Tertinggi Terpusat di Kota

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kaltim HM Aswin menyatakan tingkat IPM yang berada di atas 80 diraih oleh Kota Samarinda, Bontang dan Balikpapan.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 24 April 2021  |  03:02 WIB
Sebagai pintu masuk Kaltim, Balikpapan menjadi satu dari 11 kota yang terdapat Loop Arena, wadah sekaligus pengembahan hobi anak muda. - Bisnis.com/Fariz Fadhillah
Sebagai pintu masuk Kaltim, Balikpapan menjadi satu dari 11 kota yang terdapat Loop Arena, wadah sekaligus pengembahan hobi anak muda. - Bisnis.com/Fariz Fadhillah

Bisnis.com, SAMARINDA – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kalimantan Timur (BappedaKaltim) mencatat 3 besar Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah itu berasal dari perkotaan. 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kaltim HM Aswin menyatakan tingkat IPM yang berada di atas 80 diraih oleh Kota Samarinda, Bontang dan Balikpapan.

Kendati demikian, Aswin menyebutkan IPM di Kaltim terjadi penurunan dibanding tahun sebelumnya yaitu sebesar 0,37.

"IPM menurun bukan karna tidak sekolah, tapi karna daya beli yang menurun dan angka kemiskinan yang meningkat [akibat pandemi]," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (22/4/2021).

Berdasarkan capaian makro pembangunan Kaltim tahun 2020, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah perkotaaan paling tinggi dibandingkan daerah lain di Kaltim, yaitu Kota Bontang mencapai 9,46 persen, disusul Balikpapan 9 persen, dan Samarinda sebesar 8,26 persen. Dimana, rata-rata TPT Kaltim adalah 6,87 persen.

Sedangkan, tingkat kemiskinan dari Kota Bontang, Balikpapan dan Samarinda masing-masing adalah 4,38 persen, 2,57 persen, dan 4,76 persen dengan rata-rata se Kaltim mencapai 6,10 persen.

"Tingkat pengangguran paling tinggi di Bontang dan Balikpapan, tapi kemiskinan rendah karena warganya hidup berkecukupan. Sebab salah satu indikator nya adalah dalam hal kesulitan membeli kebutuhan pokok," jelas Aswin.

Adapun, Aswin menjelaskan pihaknya memiliki sasaran ekonomi makro Kaltim tahun 2022 diantaranya yaitu laju pertumbuhan ekonomi 3,5 persen (plus minus 1), inflasi mencapai 2 hingga persen, nilai investasi sebesar Rp47,15 triliun, IPM di angka 77,25 dan Indeks Gini 0,313.

"Tingkat kemiskinan 6 persen dan TPT 6,75 persen," pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim pemprov kaltim
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top