Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kurangi Ketergantungan Batu Bara, Kaltim Lirik Beberapa Komoditas Unggulan

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan ekspor Kaltim saat ini masih memiliki ketergantungan yang besar terhadap komoditas batubara.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 03 Juni 2021  |  20:11 WIB
Pekerja berjalan di dekat timbunan batu bara, di Berau, Kaltim. - REUTERS/Yusuf Ahmad
Pekerja berjalan di dekat timbunan batu bara, di Berau, Kaltim. - REUTERS/Yusuf Ahmad

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencatat beberapa komoditas unggulan yang berpotensi untuk mengurangi ketergantungan pada batu bara.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Yadi Robyan Noor menyatakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan ekspor Kaltim saat ini masih memiliki ketergantungan yang besar terhadap komoditas batu bara.

“Untuk itulah Bapak Gubernur Kaltim melalui visinya ‘Berani untuk Kaltim Yang Berdaulat’  terus melakukan upaya untuk bertransformasi dari sumber daya alam yang tidak terbarukan ini dan mengoptimalkan sumber daya alam lainnya untuk menjadi unggulan perekonomian Kaltim,” dikutip dalam keterangan resmi, Kamis (3/6/2021).

Berdasarkan data Disperindagkop UKM Kaltim, terdapat beberapa potensi komoditas unggulan yang dimiliki oleh Kaltim di antaranya yaitu dari sektor pertanian ada komoditas singkong sebanyak 80.224 ton, nanas 68.518 ton, jagung 54.934 ton dan pisang 21.342 ton.

Di sektor perkebunan, Roby, sapaan akrabnya, menjelaskan kelapa sawit/CPO masih memiliki porsi paling besar dengan volume 13.603.078 ton, disusul karet sebanyak 69.912 ton, lalu kelapa dalam 10.490 ton, lada 4.250 ton dan Kakao 2.132 ton.

Di sisi lain, dia mengungkapkan bahwa sektor peternakan dan perikanan juga memiliki komoditas unggulan antara lain DOC ayam pedaging yang mencapai 2.000.000 ekor dan telur tetas (hacthing egg) sebanyak 900.000 butir.

Perikanan budi daya (udang windu, kerapu, bandeng, nila, patin, rumput laut) 219.710 ton dan perikanan tangkap (udang, kerapu, kakap, kepiting, lobster) 145.045 ton,” jelasnya.

Roby menuturkan potensi komoditas industri pengolahan sawit mencapai 1.112.502 ton, pengolahan karet 13.136 ton, pengolahan kakao 1.348 ton dan pengolahan batu bara sebanyak 6.754 ton.

Sementara itu, dia menyebutkan sektor ekonomi kreatif juga memiliki komoditas unggulan di antaranya yaitu anyaman rotan mencapai 160.400 buah, batik Kaltim dan sarung Samarinda masing-masing 36.000 lembar dan tenun badong tancep sebanyak 14.400 Lembar.

"[Terdapat] kerajinan doyo sebanyak 7.200 lembar, kerajinan sulam tumpar 2.160 lembar, kerajinan manik 1.600 buah dan kerajinan kayu sebanyak 1.500 buah," sebutnya.

Pada sektor kehutanan, Roby menuturkan potensi komoditas unggul Kaltim mencapai 1.100.000 ton untuk kayu (plywood /moulding) dan karet sebanyak 500 ton.

“Pertambangan batu bara [berpotensi] 4,75 miliar ton,” tuturnya.

Adapun, Roby mengharapkan rencana pemerintah untuk pemindahan ibu kota ke Kaltim, dapat menjadi momentum yang strategis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim pertanian perkebunan Ibu Kota Dipindah
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top