Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertamina Klaim Tidak Ada Kelangkaan Subsidi Solar di Kaltim, Total Kuota Capai 205 Ribu KL Tahun Ini

Area Manager Communication & CSR Regional Kalimantan Susanto August Satria menyatakan stok solar subsidi Kaltim dalam keadaan aman dan tersedia.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 22 Maret 2022  |  19:23 WIB
Pertamina Klaim Tidak Ada Kelangkaan Subsidi Solar di Kaltim, Total Kuota Capai 205 Ribu KL Tahun Ini
Kendaraan yang melakukan pengisian solar di salah satu SPBU. - Istimewa

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mencatat total kuota solar subsidi di Provinsi Kalimantan Timur mencapai 205.382 kilo liter (KL) sepanjang 2022.

Area Manager Communication & CSR Regional Kalimantan Susanto August Satria menyatakan stok solar subsidi Kaltim dalam keadaan aman dan tersedia.

“Tidak ada kelangkaan Solar karena kita salurkan setiap hari sesuai kuota yang telah di tetapkan,” ujarnya, Selasa (22/3/2022).

Dia menegaskan bahwa Pertamina telah mendistribusikan dan menyediakan solar bersubsidi sesuai kuota yang telah ditentukan oleh BPH Migas.  

“Jatah kuota yang tadi disebutkan harus kami atur agar sesuai penyalurannya dengan kuota yang ditetapkan. Rerata untuk Balikpapan disalurkan 60-75 KL/day,” tegasnya.

Satria mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran sampai dengan minggu ketiga bulan Maret ini mencapai 47.000 KL.

Adapun, dia menuturkan bahwa BBM solar subsidi harus digunakan sesuai peruntukkannya. “Jangan sampai kendaraan yang bukan berhak menggunakan BBM solar subsidi menikmatinya, sehingga diperlukan pengawasan bersama dalam penyalurannya,” pungkasnya.

Menurut Peraturan Presiden No. 191/2014, pengguna yang berhak atas Solar subsidi untuk sektor transportasi adalah kendaraan bermotor plat hitam untuk pengangkut orang atau barang, kendaraan bermotor plat kuning kecuali mobil pengangkut hasil tambang dan perkebunan dengan roda lebih dari 6.

Kemudian, kendaraan layanan umum (ambulance, pemadam kebakaran, pengangkut sampah), kapal angkutan umum berbendera Indonesia, kapal perintis, serta kereta api penumpang umum dan barang.

Senada, Pjs. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menjelaskan Pertamina Patra Niaga akan terus memastikan stok dan menjamin terjaganya proses distribusi di lapangan dengan maksimal.

“Stok Solar subsidi secara nasional di level 20 hari dan setiap hari stok ini sekaligus proses penyaluran ke SPBU terus dimonitor secara real time. Namun perlu diketahui secara nasional per Februari penyaluran Solar subsidi telah melebihi kuota sekitar 10 persen,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina solar
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top