Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pakan Ternak dari Kaltim Bakal Diekspor ke China

Direktur Utama PT Masa Genah Group Widya Hana Sofia menyatakan pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan penandatanganan ekspor dengan perusahaan asal China untuk menyuplai pakan ternak mereka.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 11 Mei 2022  |  15:52 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Eksportir asal Kalimantan Timur akan menyuplai pakan ternak berupa limbah organik ke China.

Direktur Utama PT Masa Genah Group Widya Hana Sofia menyatakan pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan penandatanganan ekspor dengan perusahaan asal China untuk menyuplai pakan ternak mereka.

“Berupa limbah dari dedaunan, sawit. Rencana ekspor perdana ke China,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (11/5/2022).

Dia mengungkapkan bahwa hal tersebut terlaksana dengan difasilitasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Beijing (KPwBI Beijing) melalui kegiatan business matching.

“Alhamdulillah perusahaan kami yang terpilih oleh buyer, karena untuk kualitas, kuantitas dan kontinuitas, kita Masagenah sudah mumpuni,” ungkapnya.

Widia menambahkan, bahan baku pakan ternak diambil dari beberapa sentra UMKM yang dimiliki Masagenah Group diantaranya yaitu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim) dan Penajam Paser Utara (PPU).

“Jadi [saat ini] mempersiapkan barang ,bulan depan pengiriman ke China,” katanya.

Selain itu , Widia juga tengah melakukan pematangan konsep pembayaran kepada pembeli di Selandia Baru, berupa kontrak ekspor arang kayu halaban yang didukung oleh Bank Indonesia dan KBRI Wellington.

Dia menjelaskan, karakteristik arang halaban asal Kaltim yang ditangani melalui pembakaran khusus sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh buyer, seperti kadar abu dan air, moisture .

“Arang kayu halaban digunakan untuk industri. [Pasokan energi] dunia kan agak terganggu karna perang Rusia-Ukraina, jadi mereka menggunakan charcoal untuk suplai energi terbarukan mereka,” jelasnya.

Widia menuturkan bahwa, pembayaran transaksi akan menggunakan mata uang lokal (Local Currency Settlement/LCS).

“Kita menggunakan pelabuhan dekat kita, Palaran. Harapannya PAD bisa masuk ke Kaltim,” pungkasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor kaltim
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top