Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Indonesia Prakirakan Ekonomi Kaltim Bisa Capai 3,3 Persen (YoY) Tahun Ini

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur Ricky P Gozali menyatakan tren pertumbuhan positif itu disebabkan oleh gencarnya vaksinasi yang mendorong aktivitas masyarakat dan dunia usaha kembali menggeliat.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 20 Juni 2022  |  13:57 WIB
Sejumlah kapal tongkang yang mengangkut batubara berada di Sungai Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (13/10/2021).  - Bloomberg/Dimas Ardian
Sejumlah kapal tongkang yang mengangkut batubara berada di Sungai Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (13/10/2021). - Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Bank Indonesia (BI) memprakirakan pertumbuhan ekonomi Kaltim pada tahun 2022 akan berada pada rentang 2,30 persen hingga 3,30 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur Ricky P Gozali menyatakan tren pertumbuhan positif itu disebabkan oleh gencarnya vaksinasi yang mendorong aktivitas masyarakat dan dunia usaha kembali menggeliat.

Lebih menggeliatnya aktivitas tersebut tidak hanya mendorong konsumsi dan sektor tersier namun juga secara langsung meningkatkan kinerja industri pengolahan Kaltim karena kenaikan kebutuhan BBM,” katanya.

Selain itu, Ricky mengungkapkan bahwa harga komoditas yang berada pada level tinggi dan berlanjutnya proyek-proyek strategis juga menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Kaltim.

Kendati demikian, kinerja pertambangan diprakirakan akan mengalami pertumbuhan terbatas dikarenakan adanya pelarangan ekspor di awal tahun yang secara langsung berpengaruh ke kinerja produksi.

Ricky menjelaskan, negara utama tujuan ekspor batu bara Kaltim, yaitu Tiongkok dan India mengalami koreksi pertumbuhan ekonomi di tahun 2022.

Menurutnya, hal tersebut salah satunya dipengaruhi oleh dampak ketidakstabilan geopolitik dunia yang menyebabkan kinerja Industri di kedua negara tersebut mengalami perlambatan.

Selain itu, koreksi pertumbuhan ekonomi negara tujuan utama juga berpotensi menjadi downside risk ekonomi Kaltim karena permintaan komoditas yang berisiko mengalami perlambatan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, per April 2022, rata-rata harga batu bara Internasional tercatat mencapai USD302/mt yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah.

Sementara dari sisi permintaan, hasil quick liaison KPw BI Kaltim kepada perusahaan pertambangan batu bara menyebutkan bahwa terdapat kenaikan permintaan dari negara-negara pemberi sanksi seperti Eropa, Jepang, dan Korea Selatan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kaltim, cakupan vaksinasi Covid-19 Kaltim mencapai 101,88 persen untuk dosis 1, dosis 2 sebesar 89,26 persen dan sebesar 29,97 persen untuk dosis 3.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia kaltim
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top