Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemprov Kaltim Koordinasi Dorong Efek Berganda TKDN di Industri Hulu Migas

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor menyatakan pemerintah daerah diberi tugas dan tanggung jawab untuk menggunakan produk dalam negeri dalam belanja pengadaan barang pemerintah.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 21 Juni 2022  |  18:27 WIB
Gubernur Kaltim Isran Noor. - Istimewa
Gubernur Kaltim Isran Noor. - Istimewa

Bisnis.com, BALIKPAPAN –– Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melakukan koordinasi guna mendorong efek berganda Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) barang dan jasa di industri hulu migas.

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor menyatakan pemerintah daerah diberi tugas dan tanggung jawab untuk menggunakan produk dalam negeri dalam belanja pengadaan barang pemerintah.

“Sekarang lebih dari 35 persen hampir 36 persen per Juni, targetnya 40 persen,” ujarnya dihadapan awak media, Selasa (21/6/2022).

Selain itu, dia mengungkapkan bahwa masyarakat dan Pemprov Kaltim pasti memberikan dukungan penuh terkait penggunaan TKDN barang dan jasa di industri hulu migas.

“Jadi yang jadi persoalan adalah bagaimana meningkatkan kapasitas daripada para pelaku lokal. Itu yang jadi tantangan sekaligus peluang,” katanya.

Isran menjelaskan, industri hulu migas di Kalimantan Timur telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian masyarakat daerah.

“Daerah Bontang misalnya, yang dulu hanya didominasi oleh rawa, kini tumbuh pesat menjadi salah satu tujuan wisata. Dan juga banyak masyarakat sekitar yang tumbuh maju melalui usaha-usaha binaan di bawah SKK Migas dan KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) sehingga menggerakkan roda perekonomian daerah,” jelasnya.

Dia melanjutkan, program pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh industri hulu migas juga membantu pihaknya dalam membangun daerah dan memajukan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Perwakilan Kalimantan & Sulawesi (SKK Migas Kalsul)  Azhari Idris, mengatakan produksi gas Kalsul memberikan kontribusi sebesar 30 persen dari produksi nasional.

“Dan angka tersebut dapat terus bertambah seiring dengan adanya sejumlah penemuan cadangan baru di kedua wilayah itu. Dengan demikian, peluang industri nasional untuk terus dapat berperan aktif dalam industri hulu migas masih besar,” jelasnya.

Selain menangkap peluang usaha, kata Azhari, SKK Migas dan KKKS juga terus melakukan program pemberdayaan masyarakat (community development) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“SKK Migas dan KKKS terus mencari peluang-peluang pelatihan serta usaha agar semakin banyak lapangan kerja yang tercipta, memberikan kesempatan kepada pengusaha lokal, usaha kecil menengah (UKM) maupun koperasi untuk mengambil peran dalam mengembangkan industri hulu migas dan industri-industri penunjangnya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia, Chalid Said Salim menyebutkan pencapaian Realisasi TKDN Gabungan Komitmen Pengadaan sebesar 70,48 persen dengan nilai sebesar hampir Rp6 triliun per Mei 2022.

“Sedangkan Realisasi TKDN Gabungan Capaian hasil verifikasi mencapai 54,19 persen dengan nilai sebesar hampir 2 triliun rupiah,” katanya.

Adapun, dia menuturkan bahwa PHI berkomitmen untuk terus meningkatkan kandungan TKDN dalam berbagai proyek-proyek yang digarapnya.

“PHI terus berinvestasi untuk menjalankan operasi migas yang berkesinambungan dan menghasilkan multiplier effect yang signifikan, termasuk mendorong kiprah industri lokal di proyek-proyek migas,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim tkdn
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top