Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Batu Bara Kaltim Loyo Sepanjang Mei 2022, Hasil Pertanian Ngegas Hingga 261 Persen

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Nur Wahid menyatakan ekspor barang hasil tambang turun 9,21 persen dari US$2,59 miliar pada April 2022 menjadi US$2,35 miliar pada bulan ini. 
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 01 Juli 2022  |  17:28 WIB
Ekspor Batu Bara Kaltim Loyo Sepanjang Mei 2022, Hasil Pertanian Ngegas Hingga 261 Persen
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (14/1/2022). ANTARA FOTO - Nova Wahyudi

Bisnis.com, BALIKPAPAN –- Geliat ekspor sejumlah sektor industri utama di Provinsi Kalimantan Timur masih melambat pada Mei 2022.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Nur Wahid menyatakan ekspor barang hasil tambang turun 9,21 persen dari US$2,59 miliar pada April 2022 menjadi US$2,35 miliar pada bulan ini. 

“Ekspor produk hasil industri turun 38,56 persen, dari US$501,28 juta di April menjadi US$307,98 juta pada Mei 2022,” ujarnya dalam rilis, Jumat (1/7/2022).

Di sisi lain, Wahid mengungkapkan bahwa ekspor hasil pertanian justru mengalami peningkatan signifikan yaitu dari US$0,12 juta di April menjadi US$0,44 juta atau sebesar 261,11 persen pada Mei 2022.

Adapun, dia menuturkan bahwa ekspor nonmigas Kaltim masih lebih tinggi 61,07 persen dibanding tahun lalu akibat meningkatnya ekspor barang hasil tambang sebesar 74,91 persen dan ekspor hasil industri sebesar 17,93 persen hingga Mei 2022.

“Pada periode Januari–Mei 2022, komoditas hasil tambang tetap menjadi andalan ekspor Kalimantan Timur dengan peranan sebesar 75,98 persen,” pungkasnya.

Sebagai informasi, negara tujuan ekspor yang memiliki peranan terbesar adalah Tiongkok dengan nilai ekspor sebesar US$2,79 miliar atau 24,52 persen, diikuti India dengan nilai sebesar US$2,51 miliar atau sebesar 22,12 persen, dan Filipina sebesar US$1,12 miliar atau 9,86 persen periode Januari–Mei 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor kaltim
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top