Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PHI Klaim Berhasil Pulihkan Produksi Sumur Tua Kalimantan

Capaian produksi gas mencapai 639,09 juta standar kaki kubik gas per hari dan produksi minyak mencapai 57.180 barel minyak per hari hingga akhir Juli 2022.
M. Mutawallie Syarawie
M. Mutawallie Syarawie - Bisnis.com 18 Agustus 2022  |  17:56 WIB
PHI Klaim Berhasil Pulihkan Produksi Sumur Tua Kalimantan
Fasilitas produksi Pertamina Hulu Mahakam. - Istimewa/SKK Migas
Bagikan

Bisnis.com, BALIKPAPAN — PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mengklaim berhasil mengelola lapangan-lapangan mature di regional 3 Kalimantan melalui proyek strategis di Zona 8, Zona 9 dan Zona 10.

Manager Communication, Relations & CID PHI, Dony Indrawan menyatakan strategi tersebut berhasil mencatatkan capaian produksi gas mencapai 639,09 juta standar kaki kubik gas per hari dan produksi minyak mencapai 57.180 barel minyak per hari hingga akhir Juli 2022.

Proyek ini dilaksanakan melalui berbagai upaya seperti optimasi dan stimulasi, hingga water flood seperti yang dijalankan di Lapangan Handil Zona 8, dan Tanjung untuk Zona 9,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (18/8/2022).

Di sisi lain, Dony menjelaskan aspek keselamatan yang diterapkan dalam setiap kegiatan operasi dan bisnis ikut mendorong produksi yang dibuktikan dengan 100 juta jam kerja aman tanpa insiden terhitung sejak November 2020 yang mencakup kegiatan operasi perusahaan di Kantor Pusat PHI, Zona 8, Zona 9, Zona 10, Eksplorasi, dan JOB Simenggaris hingga 31 Juli 2022.

Sebelumnya, PHI mencatatkan proyek Improved Oil Recovery (IOR) dan Enhanced Oil Recovery (EOR) terealisasi sebesar 2,60 juta barel per hari (bopd) pada kinerja kuartal I/2022  

“Kami ingin memastikan bahwa setiap pekerja dan mitra kerja akan datang bekerja dan pulang kepada keluarganya dengan selamat,” jelasnya.

Kemudian, Donny optimistis langkah-langkah strategis yang dilakukan membawa dampak positif hingga mencapai target 2022.

Menurutnya, langkah tersebut diambil untuk memastikan keekonomian aset, sehingga dapat terus memberikan manfaat dan nilai kepada seluruh pemangku kepentingan.

“Tantangan operasi dan bisnis disikapi positif oleh perusahaan dengan mengembangkan beberapa program strategis, yaitu eksplorasi yang agresif, optimasi baseline dan development, sinergi borderless operation, optimasi biaya, optimasi portfolio komersial, dan menjaga keandalan fasilitas produksi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, PHI merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang mengelola wilayah kerja dan aset hulu migas Regional 3 Kalimantan yang berkontribusi masing-masing sekitar 14 persen dan 26 persen produksi minyak dan gas Pertamina yang sangat penting dalam menyediakan kebutuhan energi bagi Indonesia pada 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas kalimantan timur kalimantan
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top