Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemprov Kalbar Pilih Salurkan Bansos Pangan Antisipasi Dampak Inflasi

Penyerahan bansos bahan pangan ini merupakan salah satu program Pemprov Kalbar untuk meringankan beban masyarakat.
M. Mutawallie Syarawie
M. Mutawallie Syarawie - Bisnis.com 13 September 2022  |  13:43 WIB
Pemprov Kalbar Pilih Salurkan Bansos Pangan Antisipasi Dampak Inflasi
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, BALIKPAPAN ––  Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) menargetkan penyaluran 15.000 paket bantuan sosial (bansos) bahan pangan se-Kalbar.

Gubernur Kalbar Sutarmidji menyatakan penyerahan bansos bahan pangan ini merupakan salah satu program Pemprov Kalbar untuk meringankan beban masyarakat yang membutuhkan guna mengantisipasi dampak dari inflasi akibat penyesuaian harga BBM

“Sesuai arahan pemerintah pusat, 2 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) harus digunakan untuk pengendalian inflasi. Saya memilih program bantuan sembako dan operasi untuk masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya yang dikutip, Selasa (13/9/2022).

Dia menambahkan , bantuan diserahkan kepada para camat untuk disalurkan kepada siapa saja yang berhak menerima berdasarkan kriteria tertentu.

“Setelah itu akan dilakukan evaluasi. Misal, ketika angka inflasi mengkhawatirkan, kami berikan bantuan yang sama, ditambah dengan operasi pasar yang sudah  kita lakukan di Pasar Flamboyan, Pasar Teratai, dan pasar-pasar lainnya," katanya.

Sebelumnya, penyerahan Bansos yang akan didistribusikan ke seluruh wilayah Kalimantan Barat diawali dengan  6 kecamatan di wilayah Kota Pontianak, dimana sebanyak 2.000 paket bahan pangan telah diberikan kepada masyarakat.

Sebagaimana diketahui, Kota Pontianak, Kota Singkawang, dan Kabupaten Sintang merupakan tiga daerah yang menjadi tolak ukur penghitungan inflasi di Kalimantan Barat.

Adapun, Sutarmidji menuturkan bahwa paket bahan pangan terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng kemasan, mi instan, dan bawang merah. 

"Pemprov Kalbar memberikan bantuan, begitu juga dengan di desa. Daripada uang negara digunakan untuk membayar subsidi minyak atau BBM sebesar-besarnya namun tidak bisa melakukan kegiatan lain, itu yang membuat keadaan semakin parah," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi Harga BBM bansos
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top