Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Berkelanjutan Kaltim, Ada Potensi Nanas hingga Kelengkeng

Setelah komoditas pisang secara berkelanjutan berhasil dipasarkan ke luar negeri, pihaknya berminat mendorong komoditas lainnya.
M. Mutawallie Syarawie
M. Mutawallie Syarawie - Bisnis.com 28 September 2022  |  15:43 WIB
Ekspor Berkelanjutan Kaltim, Ada Potensi Nanas hingga Kelengkeng
Petani memanen buah nanas di lereng Gunung Kelud, Desa Sugih Waras, Kediri, Jawa Timur. - Antara/Budi Candra Setya
Bagikan

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur berupaya mendorong ekspor sejumlah komoditas tanaman pangan yang berkelanjutan.

Kepala DPTPH Kaltim Siti Farisyah Yana menyatakan setelah komoditas pisang secara kontinu berhasil dipasarkan ke luar negeri, pihaknya berminat mendorong komoditas lainnya.

Dia menambahkan, komoditas yang saat ini diidentifikasi adalah nanas dari sektor hulu ke hilir, mulai dari produksi hingga pasca panen.

“Alur distribusi perdagangan secara wilayah masih berjalan, luasannya belum bertambah terutama di wilayah [kecamatan] Samboja yaitu 800 hektare. Nanas ini masih memiliki kandungan air yang lumayan besar,” ujarnya, Rabu (28/9/2022).

Dia mengungkapkan bahwa selain hortikultura jenis tanaman nanas di daerah Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, terdapat pula  buah kelengkeng di daerah Kabupaten Paser.  

Selain itu, terdapat pula komoditas jagung yang banyak ditanam di Kabupaten Berau. Wanita yang akrab disapa Yana itu juga terus mengembangkan opsi pembibitan dengan metode kultur jaringan melalui penyediaan 25.000 bibit hasil kultur jaringan untuk mencukupi ekspor pisang kapok krecek.

“Sebelumnya tidak pernah ada kultur jaringan baru ini dan banyak yang pecah telur, setidaknya kita bisa asal kemauan nya ada. Saya juga bangga dengan anak muda saat ini pintar dan nanam smart juga,” katanya.

Menurutnya, percontohan menjadi sangat penting bagi petani, karena selain pendampingan juga perlu memastikan ekosistem pasca panen terbangun dengan baik dan mencegah tanaman dari serangan hama penyakit.

“Dulu tidak pernah penanaman padi empat kali dalam setahun di lahan yang sama, sekarang di Kaltim sudah bisa biasanya kan cuma Provinsi di Jawa. Jadi pengembangan padi genjah di BBI (Balai Benih Induk) 25 hektare, diberi pupuk organik walaupun ada irigasi cuma dijaga tutup airnya,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buah kaltim ekspor
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top